Napi yang Paling Ditakuti Dibebaskan, Warga Langsung Bereaksi dengan Hal yang Tak Disangka-sangka
Warga langsung menunjukkan reaksinya saat seorang napi yang paling ditakuti dibebaskan dari penjara. Warga melakukan hal yang tak disangka-sangka
Mo Youngshin, seorang petugas polisi di Ansan, mengatakan puluhan petugas akan berpatroli secara terpisah di lingkungan itu setiap hari.
Dia mengatakan polisi dan Kementerian Kehakiman baru-baru ini mengadakan pelatihan bersama untuk segera memobilisasi staf mereka untuk cepat tanggap jika Cho melakukan kejahatan.
Keluarga korban mengatakan kepada media lokal pada bulan lalu bahwa mereka berencana untuk pindah dari Ansan karena kepulangan Cho.
Sang ayah mengatakan kepada saluran TV JTBC bahwa putrinya "menangis" tentang kembalinya Cho ke Ansan.
“Ini pertama kalinya terjadi sejak dia diserang 12 tahun lalu. Kami semua menangis bersamanya,” kata pria itu, yang nama dan wajahnya tidak disebutkan.
Baca juga: Agar Terlihat Seperti Korban Perkosaan, Suami Lepas Celana Istri Setelah Menghabisinya
Baca juga: Diviralkan di Medsos, Perkosaan oleh 6 Anak Orang Kaya Terungkap, Foto Mereka Langsung Disebar
Terlepas dari kekhawatiran yang meluas, beberapa warga dengan hati-hati mempertanyakan tentang tingkat patroli saat ini, kebencian publik, dan hiruk-pikuk media, apakah terlalu berlebihan karena Cho telah menyelesaikan hukumannya.
Pemerintah kota Ansan juga baru-baru ini meminta agensi media untuk tidak merekam dan mewawancarai warga tanpa izin, dengan alasan masalah privasi dan kemungkinan efek negatif pada harga rumah dan pendidikan anak.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Narapidana Pemerkosaan Anak Bebas Penjara, Warga Korea Selatan Sambut dengan Lemparan Telur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/napi-gengster-penjara.jpg)