Napi yang Paling Ditakuti Dibebaskan, Warga Langsung Bereaksi dengan Hal yang Tak Disangka-sangka
Warga langsung menunjukkan reaksinya saat seorang napi yang paling ditakuti dibebaskan dari penjara. Warga melakukan hal yang tak disangka-sangka
TRIBUNPEKANBARU.COM- Beginilah reaksi warga setelah mengetahui narapidan yang ditakuti dibebeaskan dari penjara.
Napi yang terjerat kasus penculikan dan pemerkosaan anak gadis berusia 8 tahun itu dibebaskan setelah 12 tahun menjalani tahanannya.
Namun disaat pembebasannya warga langsung berang dan melampiaskan kemarahan dan ketakutan mereka dnegan cara yang yang disangka-sangka.
Baca juga: Siswi SMK Korban Perkosaan dan Pembunuhan di Deli Serdang, Sebelum Peristiwa Sempat Lakukan Ini
Baca juga: Wanita Korban Perkosaan Ini Ceritakan Bagaimana Pelaku Bacok Perut dan Dada Anaknya yang Masih Bocah
Itu dilakukan warga saat polisi mengantar sang napi kembali ke rumahnya.
Ada apa. Mengapa begitu takutnya warga terhadap napi tersebut?
Warga Korea Selatan meneriakan hinaan dan melemparkan telur kepada seorang narapidana pemerkosaan anak yang telah bebas dari hukuman 12 tahun penjara di Seoul selatan pada Sabtu (12/12/2020).
Otoritas penegak hukum mengikat Cho Doo-soon yang berusia 69 tahun dengan gelang kaki elektronik dan mengantarnya ke rumahnya di dekat Ansan.
Di sana pihak berwenang telah menambahkan dan meningkatkan kamera keamanan serta berjanji akan memantau sepanjang waktu seorang pria yang masih dipandang penduduk sebagai ancaman bagi komunitas mereka.
Melansir Associated Press pada Sabtu (12/12/2020), Cho dihukum karena menculik dan memperkosa seorang gadis berusia 8 tahun di kamar mandi gereja di Ansan pada 2008 dalam serangan brutal yang membuatnya menderita luka parah dan berkepanjangan.
Kasus tersebut mengejutkan dan membuat ngeri seluruh warga dan memicu curahan simpati publik untuk gadis itu, yang menginspirasi film hit pada 2013 berjudul "Hope".
Sekitar satu juta orang sejak 2017 menandatangani beberapa petisi online kepada presiden yang menentang pembebasan Cho, yang telah ditakuti oleh penduduk di Ansan selama bertahun-tahun.
Puluhan pengunjuk rasa, memegang tanda bertuliskan "Cho Doo-soon pergilah ke neraka" dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan pengebirian atau eksekusi.
Baca juga: Sudah Ada Firasat, Gadis 18 Tahun Ini Lolos dari Rencana Perkosaan, Lakukan Ini Lolos dari Hotel
Baca juga: Jadi Korban Perkosaan, Remaja Ini Ditemukan Telanjang, Berdarah-darah dan Lumpuh Akhirnya Meninggal
Mereka berkumpul berjam-jam di depan penjara pada Sabtu pagi (12/12/2020) di tengah banyaknya petugas polisi.
Para polisi membubarkan beberapa aksi protes warga yang memblokir sementara jalur ke penjara, yang tampaknya menunda pembebasan Cho sekitar setengah jam.
Demonstran melemparkan telur dan benda lain ke mobil van yang membawa Cho diapit petugas. Mobil polisi meluncur keluar dari gerbang penjara sekitar pukul 06.45.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/napi-gengster-penjara.jpg)