Napi yang Paling Ditakuti Dibebaskan, Warga Langsung Bereaksi dengan Hal yang Tak Disangka-sangka
Warga langsung menunjukkan reaksinya saat seorang napi yang paling ditakuti dibebaskan dari penjara. Warga melakukan hal yang tak disangka-sangka
Cho berambut abu-abu, mengenakan ballcap dan masker wajah putih, kemudian tiba di kantor percobaan di Ansan di tengah rentetan flash kamera saat petugas mendaftarkan alat pelacaknya.
Dia tidak menjawab pertanyaan wartawan apakah dia bertobat, tetapi membungkuk 2 kali sebelum diantar pulang.
Dalam jumpa pers pada Sabtu pagi, petugas Ko Jeong-dae menceritakan tentang Cho yang mengatakan kepada para petugas bahwa dia "melakukan kejahatan yang akan membuat marah dewa dan manusia".
Ungkapan itu menggambarkan kekejaman yang tidak dapat diampuni.
Ko juga mengutip perkataan Cho yang mengatakan dia telah merenungkan kejahatannya dan menawarkan permintaan maaf kepada korban.
Kementerian Kehakiman telah menolak permohonan sebelumnya dari wali kota Ansan agar Cho diisolasi di fasilitas "perlindungan" begitu masa tahanannya berakhir.
Kementerian tersebut mengatakan memutuskan untuk mengangkut Cho dengan kendaraan pemerintah, karena mengizinkan dia menggunakan mobilnya sendiri atau transportasi umum dapat berisiko "bentrokan fisik" dengan warga lain.
Di platform pesan online dan media sosial telah dipenuhi dengan komentar yang mengancam Cho dengan hukuman.
“Hampir semua orang yang saya kenal sibuk mencari di internet untuk mencari tahu lokasi rumahnya dan saya juga melakukannya,” kata Lee Do-hyung, seorang karyawan kedai kopi.
Baca juga: Pilu 2 Gadis SMP yang jadi Korban Perkosaan Pemuda Mabuk, Jalan Kaki 10 Km Cari Bantuan
Baca juga: Korban Perkosaan Bergilir 7 Pria Ingat Pelaku Rebutan Memperkosanya
“Ada pembicaraan di sekitar penjara itu tidak mengubahnya, dan bahwa dia masih pria yang kejam. Anda tidak ingin pria itu berjalan di jalanan dan orang tua yang memiliki anak sangat khawatir," tambahnya.
JA Nah, seorang pekerja kantoran di Ansan, berkata, "Saya pikir saya akan gemetar ketakutan bertemu dia kapan saja dan di mana saja, jika dia tinggal dekat dengan saya."
“Saya berharap dia sekarang akan hidup sebagai warga negara normal yang tidak menyakiti orang lain, tapi saya masih memiliki ketakutan tentang dia,” katanya.
Untuk meredakan kecemasan publik, pihak berwenang baru-baru ini meningkatkan patroli dan keamanan di sekitar lingkungan Cho.
Pemerintah kota Ansan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tim yang terdiri dari 12 penjaga keamanan, telah ditempatkan secara bergiliran untuk berpatroli di daerah sekitar rumah Cho 24 jam sehari.
Pejabat juga menambahkan 20 kamera keamanan serta lampu jalan baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/napi-gengster-penjara.jpg)