Breaking News:

Tertinggi Rp1,8 Juta untuk Guru Honor SI di TK Negeri, Pemkab Siak Tingkatkan Insentif Guru PAUD

Untuk guru honor Taman Kanak-Kanak (TK) swasta, insentif sebesar Rp 700.000 per bulan.Guru honor di TK Negeri berijazah S1 sebesar Rp 1.800.000

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Bunda PAUD Siak Rasidah Alfedri memaparkan konsep PAUD berkualitas dengan layanan holistik integratif, Rabu (16/12/2020) di Gedung Wanita, Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak telah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari jenjang PAUD maupun jenjang pendidikan dasar.

Khusus untuk jenjang PAUD di samping pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap, juga telah memberikan insentif kepada para pendidik dan tenaga kependidikan.

Hal ini disampaikan oleh Bunda PAUD Kabupaten Siak Hj Rasidah Alfedri di Gedung Wanita, Siak, Rabu (16/12/2020).

Pernyataan disampaikan Rasidah dalam kegiatan Pokja Bunda PAUD Provinsi Riau dalam pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Baca juga: Proyek KPBU SPAM Kota Pekanbaru Rp 738 M, Warga yang Dapat Akses Air Bersih Dari PDAM Baru 10 Persen

Baca juga: Imbau Nasabah Tak Perlu Khawatir, Tiga Bank BUMN Tandatangani Akta Penggabungan Usaha

Baca juga: Rezita Meylani Yopi-Junaidi Rachmat Menang di Pilkada Inhu 2020,Unggul dengan Perolehan 50.356 Suara

“PAUD adalah pendidikan pertama yang didapat oleh anak-anak kita, di sinilah nilai-nilai moral dan karakter yang positif mulai ditanamkan,” kata Rasidah.

Pemerintah Kabupaten Siak telah berupaya dalam meningkatkan kualitas SDM dari jenjang PAUD maupun jenjang pendidikan dasar.

Khusus untuk jenjang PAUD di samping pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap, juga telah memberikan insentif kepada para pendidik dan tenaga kependidikan.

Untuk guru honor Taman Kanak-Kanak (TK) swasta, insentif sebesar Rp 700.000 per bulan.

Guru honor di TK Negeri yang berijazah S1 sebesar Rp 1.800.000 per bulan.

D3 sebesar Rp 1.700.000 per bulan.

Untuk tamatan SMA sebesar Rp 1.500.000 per bulan serta untuk guru PAUD nonformal sebesar Rp 500.000 per bulan.

“Insya Allah untuk tahun anggaran 2021 kami juga merencanakan program, Pengukuhan Bunda PAUD kecamatan dan kampung," ujarnya.

"Kemudian akan memberikan Apresiasi PAUD HI tingkat kabupaten (12 kecamatan), serta kegiatan monitoring dan evaluasi PAUD HI (14 kecamatan)," jelas istri Bupati Alfedri ini.

Ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah Kabupaten Siak memberikan dukungan untuk mendorong pengembangan PAUD berkualitas dengan layanan Holistik Integratif.

“Saya juga menyadari bahwa kunci keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh faktor SDM pengelola lembaga PAUD," kata dia.

Rasidah menuturkan, Siak masih kekurangan pengawas sekolah.

Untuk diketahui jumlah lembaga PAUD di Kabupaten Siak sebanyak 419 sekolah tersebar di 14 kecamatan, sementara jumlah pengawas hanya 2 (dua) orang.

Dari sisi kualifikasi pendidikan juga masih banyak yang belum berijazah S1/D4.

Bunda PAUD Siak Paparkan PAUD Berkualitas Layanan Holistik Integratif

Pemkab Siak selalu berupaya meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Pemkab Siak menggelar kegiatan Rencana Aksi Daerah.

bertajuk, 'Penyelenggaraan PAUD Berkualitas Dengan Layanan Holistik Integratif', Rabu (16/12/2020) di Gedung Wanita, Siak Sri Indrapura.

Kegiatan itu sekaligus dalam rangka monitoring dan evaluasi oleh kelompok kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Riau.

Bunda PAUD Kabupaten Siak Hj Rasidah Alfedri menuturkan, anak usia dini merupakan penerus bangsa yang harus dipersiapkan agar tercipta generasi emas.

Anak-anak butuh pengajaran yang menyeluruh agar pengembangan anak usia dini bisa berjalan dengan maksimal.

Kata Rasidah, untuk mewujudkan PAUD Holistik Integratif (HI) diperlukan kerjasama yang baik antara pihak sekolah.

Pihak keluarga/wali murid dan pihak pemerintah agar tujuan dari pembelajaran PAUD holistik integratif bisa terwujud.

“Selama ini PAUD sudah melakukan kerjasama dengan PKK dan dinas kesehatan saya harap kerjasama semacam ini terus dilakukan dengan lembaga lain agar PAUD ini benar benar menjadi lembaga yang holistik integratif,“ ucapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, sosialisasi pengembangan PAUD holistik integratif bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi pendidik PAUD.

Bahwa anak usia dini tidak hanya diberikan dalam satu bidang pendidikan saja.

Namun, juga diberikan pelayanan yang mencakup kebutuhan yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi, pola pengasuhan dan perlindungan untuk anak.

Ditambahkannya, dalam pengembangan PAUD holistik integritas dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni.

Agar tujuan dari PAUD holistik integratif ini bisa tercapai yaitu mewujudkan anak sehat, cerdas, ceria dan memiliki akhlak yang mulia.

“Kunci dari keberhasilan program ini adalah koordinasi dan kerja sama para pemangku kepentingan yang terlibat, dengan kebersamaan Insya Allah kita akan berhasil," kata Rasidah.

PAUD Holistik Integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan.

Untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah dan pusat.

Program ini bertujuan untuk terselenggaranya layanan pengembangan anak usia dini menuju terwujudnya anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

Dia berharap, kegiatan ini mendorong pemangku kepentingan di Kabupaten Siak untuk mewujudkan program dan kegiatan yang tepat sasaran.

Sebab target 75% di tahun 2024 pelaksanaan PAUD berkualitas dengan layanan Holistik Integratif harus tercapai.

Ditempat yang sama, Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Riau, Dian Muthia dalam paparannya menjelaskan, tentang pengelolaan PAUD Holistik Integratif yaitu upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan.

Untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegratif.

“Kami mengapresiasi gerakan Bunda PAUD di kabupaten Siak yang sudah mengarah pada program layanan holistik integratif sampai ke tingkat kecamatan dan kampung,” ujarnya.

Hanya saja kata Dian, kegiatan layanan HI di Kabupaten Siak yang dilakukan belum secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan.

“Jadi kerja ini, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, harus dikeroyok bersama” sebutnya.

Ia mengatakan, program layanan holistik integratif ini terdiri dari Bappeda, Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas BP3A2KB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Sosial, dan Dinas Perpustakaan dan Arsip.

Hal ini merujuk pada Permenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2019 tentang Gugus tugas Paud HI.

Penyelenggaraan PAUD HI ini lanjutnya, tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Sub Gugus Tugas Pengembangan Anak Usia Dini.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin terpenuhinya hak tumbuh kembang anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, serta perlindungan dan kesejahteraan anak.

( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved