Breaking News:

Hasil Pilkada Kuansing

Menakar Gugatan Paslon HK ke Mahkamah Konstitusi Soal Hasil Pilkada Kuansing: Pelanggaran TSM & PHP

Paslon Halim - Komperensi (HK) menggunakan dalil pelanggaran dan kecurangan secara Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM) untuk menggugat KPU

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Menakar Gugatan Paslon HK ke Mahkamah Konstitusi Soal Hasil Pilkada Kuansing: Pelanggaran TSM & PHP 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Paslon Halim - Komperensi (HK) menggunakan dalil pelanggaran dan kecurangan secara Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM) untuk menggugat KPU Kuansing terkait hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi.

Dalil yang terberat di Pilkada - baik dalam pembuktian maupun sanksinya bila terbukti.

Yang digugat, keputusan KPU Kuansing bernomor 912/PL.02.6-Kpt/1409/KPU-Kab/XII/2020 tentang penetapan rekapitulasi hasil perolehan suara Pilkada Kuansing 2020. Hasil pleno, Paslon Andi Putra - Suhardiman Amby (ASA) 70.238 suara ; Paslon Mursini - Indra Putra (Bermitra) 36.985 suara dan Paslon HK 52.383 suara.

Dalam gugatan ke MK, Paslon HK tidak terima hasil perhitungan suara - walau dalam pleno saksi Paslon HK menandatangani berita acara pleno.

Pilkada Kuansing 2020 dinilai terjadi pelanggaran dan kecurangan secara Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM).

KPU Kuansing dituding berpihak dan terlibat secara aktif - baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama jajaran pemegang kekuasaan di Pemkab Kuansing - untuk memenangkan Paslon ASA.

Tudingan soal KPU dan pemegang kekuasaan di Pemkab Kuansing bagi Paslon HK memenuhi unsur-unsur yang bersifat TSM.

Pelanggaran TSM versi Paslon HK, terjadi di hampir seluruh kecamatan di Kuansing yakni 13 dari 15 kecamatan.

Bukti untuk ini, Paslon HK merinci 34 titik kampanye Paslon ASA yang tidak menggunakan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari pihak yang berwenang.

Pelanggaran lainnya yang dibeberkan untuk mendukung tudingan TSM yakni dugaan penyalahgunaan wewenang berupa keterlibatan kepala desa (tiga desa dalam permohonan) ; dugaan terjadinya politik uang yang dilakukan Palson ASA (tiga kasus) ; kampanye hitam dan ujaran kebencian di media sosial yang diduga dilakukan oleh tim paslon ASA (dua kasus).

Halaman
1234
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved