Rabu, 22 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Mantan Anggota Dewan dan Aktivis HAM Dibunuh OTK, Saudaranya Ikut Terluka

Korban sengaja didatangi sekelompok orang bersenjata. Kemudian ia ditembak. Saudaranya juga ikut terluka dalam peristiwa berdarah itu

Editor: Budi Rahmat

TRIBUNPEKANBARU.COM- Seorang wanita yang merupakan akivis hak azazi manusia (HAM) ditembak mai sekelompok orang bersenjata.

Korban diketahui didatangi oleh orang-orang yang menggunakan senjata kemudian menembakinya.

Saudara dari korban juga mengalami luka akibat serangan mendadak tersebut.

Peristiwa tersebut langsung membuat geger masyarakat sekitar dan tentu juga pemerintah.

Baca juga: Ungkap Fakta di Tol Saat Penembakan Terjadi, Komnas HAM akan Minta Keterangan Polisi dan Anggota FPI

Baca juga: Laskar FPI yang Selamat Sebut Mereka Sempat Berhasil Buat Polisi Bingung Sebelum Penembakan Terjadi

Bagimana kronologinya dan siapa pelakunya.

Aktivis hak perempuan di Afghanistan, Freshta Kohistani dibunuh oleh pria bersenjata, lapor Deutsche Welle, Kamis (24/12/2020).

Kohistani dibunuh oleh pria bersenjata tak dikenal di provinsi Kapisa utara.

Menurut Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian, "Orang-orang bersenjata tak dikenal menggunakan sepeda motor membunuh Freshta Kohistani di distrik Kohistan, provinsi Kapisa."

Dia menambahkan bahwa saudara laki-laki Kohistani terluka dalam serangan itu.

Kohistani adalah mantan anggota dewan provinsi, pemimpin protes dan berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat di media sosial tentang kekerasan terhadap perempuan di Afghanistan.

Dia juga memimpin kampanye untuk pemimpin veteran Abdullah Abdullah selama pemilihan presiden tahun lalu.

Menurut Abdullah, Kohistani (29) tewas dalam serangan teroris.

Baca juga: Fadli Zon Merasa Ada yang Janggal dengan Penembakan Laskar FPI, Jangan Sembunyikan Pelakunya

Baca juga: Kejanggalan Rekonstruksi Penembakan 6 Anggota FPI, Pengamat Sebut Upaya Ini Tak Dilakukan Polisi

Dia menggambarkan wanita itu sebagai sosok aktivis pemberani dan tak kenal takut yang bersedia di garis depan kehidupan masyarakat sipil dan sosial di Afghanistan.

"Keberlanjutan pembunuhan semacam itu tidak bisa diterima," kata Abdullah.

Tidak ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Kamis itu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved