Kamis, 23 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Vaksin Virus Corona tak Lagi Disuntikkan tapi Tinggal Dihirup Lewat Hidung, Begini Kata WHO

Nantinya vaksin virus corona tidak lagi disuntikkan, tetapi tinggal dihirup saja lewat hidung. Begini kata WHO soal jensi vaksin tersebut

Editor: Budi Rahmat
kompas.com
Ilustrasi tak terkait berita 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Tak lagi disuntikkan, vaksin virus corona nantiny tinggal dihirup saja. Keberadaan vaksin tersebut akan segera terwujud.

Dalam rencananya Badan Kesehatan Dunia (WHO) akan melakukan pengembangan vaksin Covid-19 untuk beberapa generasi baru.

Vaksin-vaksin tersebut nantinya akan lebih mudah dan keunggulan untuk mengantisipasi infeksi Covid-19.

Baca juga: Seminggu Setelah Divaksin, Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19, Apa Yang Terjadi?

Baca juga: WHO Umumkan Ada Vaksin Generasi Terbaru Di Saat Vaksinasi Baru Saja Dimulai: Dihirup Lewat Hidung

Baca juga: Takut Berlebihan Akibat Termakan Hoaks, Penyebab Nakes Tolak Divaksin Covid-19

Seorang tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Melur, Pekanbaru, Jumat (15/1/2021). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir)
Seorang tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Melur, Pekanbaru, Jumat (15/1/2021). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir)

 

Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan membocorkan jenis-jenis vaksin Covid-19 baru yang masih dalam pengembangan.

Calon-calon vaksin virus corona generasi baru ini memiliki sifat berbeda-beda dibandingkan yang beredar sekarang.

Dia mengatakan, ada vaksin corona dalam pengembangan yang hanya butuh satu suntikan, dihirup lewat hidung, dan mungkin lebih terjangkau.

"Mungkin ada banyak vaksin yang memiliki keunggulan dibandingkan generasi pertama," kata Swaminathan dikutip dari AFP, Rabu (20/1/2021).

"Yang ingin kami lihat adalah pencegahan penyakit. Pencegahan infeksi adalah pertanyan lain. Tapi itu sekunder," tambahhya.

Baca juga: Gagal Suntik Kebanyakan Gara-gara Tensi Tinggi, 477 Nakes di Pelalawan Telah Divaksin Covid-19

Baca juga: Sudah Punya Vaksin dan Lockdown Sejumlah Wilayah, China Tetap Kewalahan Hadapi Covid-19

"Kami akan belajar tentang seberapa efektif vaksin ini sebenarnya mencegah penyebaran infeksi dari orang ke orang."

"Beberapa vaksin menghasilkan kekebalan yang mensterilkan; mereka menghentikan infeksi, mencegah penyakit."

"Beberapa vaksin tidak menghentikan infeksi tetapi mencegah penyakit."

"Saat ini, kami masih menunggu hasil penelitian untuk mengetahui vaksin Covid mana yang benar-benar akan berhasil mencegah infeksi."

"Mudah-mudahan, seharusnya demikian," lanjut Swaminathan.

Menurut tinjauan umum WHO tentang calon vaksin Covid-19, ada 64 merek yang sedang diuji ke manusia, dan 22 di antaranya sudah mencapai pengujian massal tahap akhir.

Baca juga: RENDAH Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Riau, Apa Penyebabnya ?

Baca juga: BUTUH 5 Menit Suntik Satu Pasien, Simulasi Vaksinasi Covid-19 di Kuansing

Kemudian 173 calon vaksin virus corona lainnya sedang dikembangkan di laboratorium, untuk diuji coba pada manusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved