Breaking News:

Kawanan Pencuri Sarang Walet di Koto Gasib Diringkus di Sungai Apit

Lima kawanan pencuri sarang burung walet yang beraksi di sejumlah tempat di wilayah Siak, dibekuk Polsek Koto Gasib di wilayah Sungai Apit.

net
sarang burung walet 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Lima kawanan pencuri sarang burung walet yang beraksi di sejumlah tempat di wilayah Siak, dibekuk Polsek Koto Gasib di wilayah Sungai Apit.

Penangkapan ini berhasil dilakukan kurang dalam waktu sehari setelah menerima laporan.

“Kita berhasil menangkapnya pada Rabu (27/1/2021 sekitar pukul 3.30 WIB Gang Pusara Kampung Teluk Batil, Kecamatan Sungai Apit,” kata Kapolsek Koto Gasib, Ipda Suryawan, Rabu ini.

Kelima kawanan pencuri sarang walet itu berinisial Her (38), Sam (29), Ar (35), Sab (35), dan Jay (27).
Dari 5 orang itu, Jay merupakan penadah curian sarang walet itu.

Dijelaskan Suryawan, pengungkapan ini atas kerja sama Polsek Koto Gasib dengan Polsek Sungai Apit.
Pada Selasa (26/1/2021) sekitar pukul 12.35 WIB, telah datang seorang lelaki bernama Lutermen Hura (35) ke Polsek Koto Gasib.

Pria itu melaporkan terjadinya pencurian sarang burung walet pada Senin (25/1/2021) petang, di Dusun Sukadamai RT/RW 006/002 Kampung Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib, tepatnya di budidaya sarang burung walet milik Ardi Irfandi.

Hasil olah tempat kejadian perkara ditemukan barang bukti berupa godam atau alat yang bisa digunakan untuk membobol tembok.

Hasil penyelidikan pelaku diduga berada di Teluk Batil.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Sungai Apit AKP Yuda Efiar SH. Bersama personel Reskrim Polsek Sungai Apit, kami melakukan penangkapan empat diduga pelaku pencuri sarang burung walet di Gang Pusata Teluk Batil,” jelas Suryawan.

Lewat keterangan keempat kawanan ini, terkuak bahwa mereka memasarkannya kepada Jay. Tak berselang lama, Jay pun diamankan.

“Selanjutnya kelimanya kami gelandang ke Polsek Koto Gasib. Dari hasil penyidikan, kelimanya beraksi di sejumlah tempat termasuk di Sungai Apit. Namun, korban tidak membuat laporan,” jelas Suryawan.

Ada pun alat yang digunakan pelaku dalam aksinya dan kini menjadi batang bukti adalah, selain delapan sarang burung walet seberat setengah ons, ada juga godam untuk membobol tembok, serta pelepah sawit untuk mengait sarang walet.

“Atas apa yang dilakukan kawanan ini, kami menjerat mereka dengan pasal 363 ayat (1) keempat dan kelima KUHP,” jelas Suryawan. (TribunPekanbaru.com/Mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved