Breaking News:

Pilkada Kuansing 2020

Hakim MK Sindir Plagiat Materi Permohonan, Banyak Copy Paste, Sidang Sengketa Pilkada Kuansing 2020

Makanya perkaranya ini banyak yang meng-copy paste saja gitu.Ada saya baca, nggak ada bedanya, kata Hakim MK di sidang gugatan Pilkada Kuansing 2020

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Palti Siahaan
Pleno KPU Kuansing digelar di kantor KPU pada Desember 2020 lalu. Paslon HK menggugat ke MK dan sidang perdana digelar Jumat (29/1/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengkritisi materi permohonan Paslon Halim-Komperensi (HK) dalam sidang perdana sengketa Pilkada Kuansing 2020, Jumat (29/1/2021).

Argumentasi dalam materi permohonan Paslon HK banyak sama dengan materi permohonan pemohon Pilkada Rohil 2020.

Seperti diketahui, Paslon Halim-Komperensi menggugat hasil Pilkada Kuansing 2020 ke MK.

Oleh MK, gugatan Paslon HK dilabeli perkara nomor 60.

Saat itu, MK menyidangkan tiga daerah sengketa Pilkada.

Selain Kuansing, dua lainnya yakni Pilkada Rohul dengan nomor perkara 70 dan Pilkada Rohil dengan nomor perkara 85.

Majelis hakim yakni Aswanto sebagai hakim ketua, hakim anggota I Hartoyo dan hakim anggota II Daniel Yusmic.

Soal argumentasi Paslon HK yang banyak sama dengan permohonan Pilkada Rohil terungkap kala memasuki penghujung sidang.

Adalah Hakim Ketua Aswanto yang mengungkapkannya. Kala itu persidangan akan memasuki pengesahan alat bukti dari pemohon.

"Ini kuasa hukum perkara 85 (Rohil) dan 60 satu lembaga?" tanya sang hakim. "Satu kantor yang mulia," jawab Asep Ruhiat, penasihat hukum Paslon HK.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved