Breaking News:

Techno

Khawatir Disalahgunakan untuk Kendalikan Orang Banyak, PBB Kritisi Keberadaan Media Sosial

Sekjen PBB, Antonio Guterres menilai bahwa media sosial memanfaatkan wewenangnya sendiri untuk mengambil sebuah keputusan sendiri.

Tribun Bali
Logo media sosial 

Menyusul Twitter dan Facebook, YouTube juga mengambil langkah yang sama.

Baca juga: Bagi Pemilik Ponsel Android Jika Ada Terima Pesan di WhatsApp Seperti Ini Jangan DiKlik, Waspada

Anak perusahaan Google itu kembali memperpanjang penangguhan kanal Donald Trump hingga waktu yang belum ditentukan.

Menurut Guterres, jika terus dibiarkan, maka perusahaan media sosial akan selalu berkuasa dan menentukan kebijakan mereka sendiri karena tidak memiliki landasan hukum yang jelas.

"Kita tidak bisa hidup dalam kondisi di mana kita sering menjumpai banyak kekuasaan yang dimiliki oleh sejumlah perusahaan," ungkap Guterres.

"Saya sangat khawatir dengan kekuatan yang sudah mereka miliki (perusahaan media sosial)," lanjutnya.

Guterres menilai bahwa media sosial berkontribusi dalam isu-isu politik dan berisiko disalahgunakan untuk mengendalikan masyarakat di suatu negara.

Sebab, kecurangan dan pelanggaran sangat mungkin terjadi saat regulasi yang ada masih memiliki banyak celah.

Baca juga: Curi Data-data, iPhone Milik Puluhan Jurnalis Media Arab Disadap Spyware Pegasus Buatan Israel

Guterres juga menggarisbawahi tanggung jawab perusahahaan media sosial dalam mengolah dan menjamin data pribadi penggunanya tetap aman.

Data ini seringkali digunakan untuk keperluan komersil (iklan) serta mempengaruhi dan mengubah sikap pola pikir penggunanya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PBB Khawatir dengan Kekuatan Besar Media Sosial"

Editor: CandraDani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved