Diracun Sianida tapi Tak Mati, INILAH Grigori Rasputin: Peramal Rusia yang Mengutuk Kekaisaran
Tiba-tiba Rasputin hidup kembali dan sambil merangkak di atas tangan dan lututnya, dia berupaya mengejar Yusupov
Rasputin, seorang petani jorok, kasar, penuh berahi, pemabuk berat yang terkenal memiliki daya hipnotis dan kekuatan penyembuhan yang ampuh, merupakan orang yang paling ditakuti dan dibenci di Rusia karena pengaruhnya terhadap keluarga kerajaan.
Kaisar, terutama istrinya Ratu Alexandra, sungguh menghormatinya karena percaya Rasputin secara ajaib berhasil menyelematkan putra mereka yang menderita hemofilia.
Pada 1914, Rasputin tetap hidup meski ditikam di lambungnya oleh seorang perempuan petani.
• Promo Indomaret Hari Ini Rabu 3 Februari 2021, Minyak Goreng, Popok Anak Promo dan Ada Susu Murah
• KPU Kecolongan? Kok Bisa Sih Bupati TerpilihTernyata WNA Amerika Serikat
• Siap-siap Sertifikat Tanah Asli Akan Ditarik BPN, Ini Jadi Gantinya
Kini, beberapa pangeran di istana yang dipimpin oleh Pangeran Felix Yusupov sedang sibuk menyusun rencana kematiannya.
Pada 29 Desember 1916, Rasputin diundang ke istana Yusupov. Mereka mengatur agar dia tiba terlebih dahulu lalu dijamu dengan anggur dan kue.
Sambil menunggu kedatangan tamu lainnya, Rasputin dengan lahap menikmati sajian yang ada tanpa rasa curiga bahwa makanan dan minuman itu telah diberi zat beracun potasium sianida.
Ketika Yusupov tiba dan melihat tamunya tidak terpengaruh racun tersebut, dia langsung menembaknya di punggung.
Rasputin terjatuh di lantai dan dinyatakan mati. Tak lama kemudian komplotan itu mengangkat jenazahnya dan membawanya ke Sungai Neva.
Tiba-tiba Rasputin hidup kembali dan sambil merangkak di atas tangan dan lututnya, dia berupaya mengejar Yusupov yang ketakutan naik ke atas tangga. Setelah ditembak dua kali, rahib gila itu pun tumbang.
Merasa yakin bahwa akhirnya dia telah tewas, pangeran terhormat tadi menendang dan menyiksanya.
Dia membawa jenazah Rasputin ke sungai, lalu melemparnya ke lubang dalam es serta membenamkannya ke air yang dingin.
Mereka hampir tidak percaya bahwa Rasputin masih bernapas seperti sedia kala. Ketika tubuhnya diangkat dua hari kemudian, tangan kanannya terletak di atas dadanya dengan tiga jemarinya memberi tanda pengampunan.
Ramalan tentang apa yang akan terjadi setelah kematian dan kutukannya terhadap para pembunuh di atas segera terlaksana seiring dengan pecahnya Revolusi Rusia tahun 1917.
Sesama saudara saling bunuh, dan tak ada lagi penguasa terhormat di Rusia.
Kekaisaran Rusia pun bak benar-benar tenggelam oleh kutukan Rasputin.
(Moh Habib Asyhad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/rasputin-disebut-sebagai-biarawan-gila.jpg)