Breaking News:

Kasus Polisi Aniaya Tahanan hingga Tak Bernyawa, 'Suami Saya Disiksa Sampai Urine Jadi Darah'

Wajahnya tidak seperti orang lagi, bengkak, memar, merah, biru, mulut jontor. Babak belur intinya

Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi mayat 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Maraknya aksi kekerasan penganiayaan pihak Polisi terhadap tahanan atau pelaku kriminal mendapat kecaman.

Sejumlah aksi kekerasan yang diduga dilakukan Polisi terhadap tertuduh pelaku kejahatan hingga berujung pada kematian kembali menjadi sorotan.

Ditembak hingga dianiaya hingga tewas sudah pernah terjadi.

Sampai ada pengakuan dari pihak korban (keluarga tahanan), perlakukan pihak Polisi kepada tahanan.

Salah satu istri tahanan mengungkap, sang suami dihajar memakai besi hingga urine berubah menjadi darah.

Mengutip Kompas.com, Awal Februari ini, setidaknya dua orang kehilangan nyawa pada proses penangkapan dan saat berada di tahanan. Keduanya belum terbukti bersalah.

Lembaga advokasi hak asasi manusia menyebut aparat kepolisian terlibat dalam puluhan kasus penyiksaan terhadap terduga pelaku kejahatan selama setahun terakhir.

Penindakan di lingkup internal melalui Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dianggap bukan solusi menghentikan tren 'penghakiman di luar pengadilan' itu.

Revisi Kitab Hukum Acara Pidana yang memuat pengawasan eksternal dinilai satu-satunya jalan menghentikan kekerasan dalam penangkapan dan penahanan.

Di sisi lain, kepolisian mendorong anggotanya lebih memahami prosedur dan terus melatih kemampuan menembak agar 'upaya melumpuhkan tidak berujung mematikan'.

Dua orang yang tewas saat dan usai dibekuk polisi adalah Herman di Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Deki Susanto di Solok Selatan, Sumatera Barat.

Herman tewas di dalam tahanan polisi setelah dituduh mencuri telepon genggam.

Sementara itu, Deki tewas setelah kepalanya ditembak polisi saat hendak ditangkap karena dituduh terlibat judi.

Vita: Suami saya dihajar pakai besi

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved