Breaking News:

Menilik Alasan Millenial Punya Rumah Sendiri: Pembuktian bagi Calon Istri hingga Bernilai Investasi

Sepanjang tahun 2020, Bank BTN Cabang Pekanbaru mencatat tren penurunan penyaluran KPR.

Tribun Pekanbaru/Firmauli Sialoho
Puluhan Rumah subsidi dibangun di Jalan Indrapuri, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Sejak pemerintah mencanangkan program rumah subsidi, para pengembang pun mulai membangun rumah yang memiliki tipe 36 ini. 

“Setidaknya saat kita berkenalan, usaha kita bukan hanya melalui kata-kata manis saja, tetapi juga dengan bukti yang nyata. Bahwa tempat tinggal untuk memulai rumah tangga sudah siap. Meskipun statusnya kredit, namun itu menjadi salah satu bukti keseriusan. Dan juga, sebagai bentuk legacy seorang pria saat berjumpa dengan orangtua si perempuan itu,” tuntas Mawan.

DULU, untuk memiliki rumah sendiri barangkali hanya sebatas mimpi. Sebab, dana yang dibutuhkan tentu cukup besar. Mulai dari harga tanah, membeli bahan bangunan dan upah pekerja, hingga biaya pengurusan administrasi.

Namun, kini siapa saja bisa memiliki rumah sendiri melalui bantuan pemerintah atau dikenal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Tidak hanya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), KPR Subsidi juga menarik perhatian generasi muda millenial.

Maka, saat ini kerap dijumpai usia muda angkatan kerja yang sudah memiliki hunian sendiri. Banyak dari mereka yang terbantu dengan skema angsuran yang ditawarkan berikut nilainya yang terjangkau.

Seperti Dermawansyah yang memantapkan pilihannya untuk mengajukan KPR Subsidi di Bank BTN pada awal tahun 2021 ini. “Untuk sekarang, berkas administrasi sudah saya serahkan ke pihak developer. Tinggal menunggu konfirmasi dari Bank BTN untuk proses selanjutnya,” kata Dia, Senin (15/2/2021).

Karyawan di salah satu perusahaan swasta ini mengaku terbantu dengan skema seperti ini,  karena nilai angsuran yang menurutnya masih terjangkau dengan penghasilan setiap bulannya..

Dia mengajukan KPR untuk rumah tipe 36 yang dikembangkan oleh PT. Asia Bumi Pratama di Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Sialangsakti. Dengan down payment (DP) hingga akad Rp 9 jutaan, pilihan angsuran Rp 1.3 juta untuk 10 tahun dan Rp 1 jutaan selama 14 tahun.

“Selama kurang lebih tiga tahun bekerja, sia-sia rasanya jika tidak ada memiliki aset seperti ini. Juga, ada rasa segan saat kita terlalu lama menumpang di rumah keluarga. Dan jika dibandingkan dengan mengontrak atau kost, nilainya pun tak terlalu jauh sebenarnya dengan besaran angsuran rumah subsidi. Tentu lebih baik penghasilan ditabung pelan-pelan untuk uang muka rumah ini,” papar Dia.

Pria berusia 26 tahun ini juga menuturkan, dengan memiliki hunian sendiri, dapat meningkatkan rasa percaya diri sebagai seorang lelaki saat berkenalan dengan seorang wanita. Terlebih saat bertemu dengan orangtua wanita tersebut.

“Setidaknya saat kita berkenalan, usaha kita bukan hanya melalui kata-kata manis saja, tetapi juga dengan bukti yang nyata. Bahwa tempat tinggal untuk memulai rumah tangga sudah siap. Meskipun statusnya kredit, namun itu menjadi salah satu bukti keseriusan. Dan juga, sebagai bentuk legacy seorang pria saat berjumpa dengan orangtua si perempuan itu,” tuntas Mawan.

Halaman
1234
Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved