Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bengkalis

Penerimaan Honorer Diduga Pakai Dekingan, Alumni dan Mahasiswa Bengkalis Temui Anggota DPRD

Alumni dan Mahasiswi perguruan tinggi di Bengkalis sesalkan penerimaan tenaga honorer lebih bersifat tertutup bahkan untuk orang tertentu saja.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir
Pertemuan Enam Alumni dan Mahasiswi Perguruan Tinggi di Bengkalis dengan Ketua Fraksi Suara Rakyat DPRD Bengkalis, Senin (1/3) 

Harus Ada Orangn Dalam

Selain itu, sudah menjadi rahasia umum di Bengkalis banyak terjadi penerimaan tenaga honor harus memiliki orang dalam dahulu baru bisa diterima.

"Kami yang tidak punya orang dalam tentu tidak memiliki kesempatan untuk mendaftar dan di terima," tambahnya.

Selain itu yang lebih miris diungkap Vika satu diantara enam perempuan muda yang mendatangi Fraksi Suara Rakyat, dia bahkan mendapat informasi jika menjadi tenaga honorer harus mengeluarkan uang untuk oknum tertentu.

"Harus membayar uang bahkan baru diterima menjadi tenaga honorer, kalau tidak salah sampai dua puluh lima juta," ungkapnya.

Mendengar informasi ini Askori merasa geram terkait adanya hal seperti ini. Menurut Askori perekrutan tenaga kerja honorer harus benar benar terbuka kedepannya agar hal seperti ini tidak lagi terjadi.

"Kalau perlu dilakukan seleksi terbuka dengan syarat yang jelas. Jangan sampai ada lagi bahasa dekingan kalau mau masuk kerja sebagai tenaga honor" terang Ketua Partai Nasdem ini.

Informasi seperti tidak sekali ini saja diterima dirinya, sebelumnya dirinya pernah menerima informasi yang sama adanya penerimaan tenaga honorer di Satpol PP Bengkalis.

Informasi yang diterimanya ada tenaga honorer tamatan SMA diterima di sana.

Setelah di konfirmasi Askori kepada Plt Kepala Satpol PP Bengkalis Yuhelmi mengatakan kepadanya bahwa honorer ini titipan salah satu pimpinan dewan.

"Katanya adanya tenaga honorer jatah pimpinan dewan. Ini maksud seperti apa tidak boleh seperti ini terjadi," tambahnya.

Menurut dia, cara seperti ini tidak dibenarkan, jangan sampai ada lagi kedepannya karena membuat malu.

Karena bisa merusak citra kepemipinan pemerintahan Bengkalis apalagi saat ini Bupati baru.

Kalau pejabat perpanjangan tangan Bupati memiliki mental seperti ini sudah bobrok. Bagaimana ke depannya membantu kerja bupati.

Pihaknya berharap hal seperti ini tidak lagi terjadi ke depannya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved