Breaking News:

Berita Riau

Penyidikan Dugaan Korupsi Bansos Siak Masih Berjalan, Ini Kata Jaksa Soal Penetapan Tersangka

Penyidik Pidsus Kejati Riau menyatakan tak hanya memeriksa para apartur Pemda Siak namun juga telah memeriksa sejumlah pihak penerima dan bansos.

Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Rizky
Massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Riau, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (31/8/2020). Mereka memajang spanduk berukuran besar dengan 3 foto pejabat, yang diduga massa aksi terlibat dalam dugaan rasuah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Proses penyidikan perkara dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) di Bagian Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Siak, hingga kini masih berjalan.

Perkara ini, sekarang sedang ditangani tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau. Pengusutan perkara sudah dimulai sejak Juli 2020 lalu.

Seiring perkembangannya, perkara ditingkatkan statusnya ke penyidikan oleh Korps Adhyaksa Riau sekitar akhir September 2020 lalu.

Peningkatan status itu diketahui berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor PRINT-09/L.4/Fd.1/09/2020, yang ditandangani Kajati Riau saat itu, Mia Amiati.

"Masih terus (lanjut). Masih penyidikan, serangkaian tindakan penyidik untuk membuat terang tindak pidana dan guna menemukan siapa tersangkanya," ungkap Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Nasabah Bank Plat Merah Ini Melongo, Uang Rp 400 Juta yang Disetornya Lesap Dalam 49 Detik

Baca juga: Jabatan Definitif Sekretaris Daerah Kosong, Pemprov Riau Segera Buka Lelang Jabatan

Ia memaparkan, penyidik masih memanggil para saksi terkait, dengan tujuan bisa membuat terang penanganan kasus ini. Dari situ, nanti juga akan terungkap siapa saja yang terlibat.

Raharjo menyebutkan, tidak hanya dari pihak pemerintah daerah saja, penyidik juga membutuhkan keterangan dari penerima dana bansos.

Namun mengingat jumlah penerima bansos cukup banyak, maka penyidik memerlukan waktu untuk melakukan pemeriksaan.

"Penerima (bansos)-nya kan banyak, sekitar seribu orang lebih, jadi harus diperiksa," tutur Raharjo.

Informasinya, jaksa penyidik dikabarkan kembali memanggil para saksi untuk diperiksa.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved