Breaking News:

ABG Jateng Ini Pun Klepek-klepek Usai Lihat Keris Ayah Sahabat yang Berlumur Minyak

Siswi SMA itu pun semakin terbuai ketika melihat keris berlumur minyak milik Wongso yang berstatus duda tersebut. 

Instagram.com
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang ABG di Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah klepek-klepek saat dibujuk rayu berhubungan ranjang oleh Bayu alias Wongso.

Pria berusia 40 tahun itu merupakan ayah sahabatnya sendiri.

Siswi SMA itu pun semakin terbuai ketika melihat keris berlumur minyak milik Wongso yang berstatus duda tersebut. 

Tak hanya sekali, ABG berinisial OI (16) itu sudah 10 kali berhubungan ranjang dengan ayah temannya itu.

Peristiwa berawal saat OI curhat dengan anak Wongso yang merupakan sahabatnya. 

OI mengeluh cowoknya semakin menjauh dan punya cewek lain.

Gadis belia itu ingin cowoknya kembali ke pelukannya.

Kemudian sahabatnya itu menyarankan untuk melakukan konsultasi ke ayahnya yang mengaku sebagai dukun. 

Kronologi

Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengungkapkan, perbuatan cabul itu pertama kali dilakukan oleh pelaku pada 30 Juli 2020 di rumahnya di Kecamatan Cepiring.

Ia menuturkan, aksi pencabulan yang dilakukan Bayu itu dengan memanfaatkan profesi barunya sebagai dukun selama 1 tahun terakhir.

"Tersangka mengaku sebagai dukun dari profesi sebelumnya seniman barongan," terangnya saat gelar perkara, Rabu (7/4/2021) di Mapolres Kendal.

AKBP Raphael menjelaskan, awal mula tindak pencabulan itu terjadi saat korban mendapatkan masalah dengan pacarnya hingga hubungannya renggang.

Korban pun curhat kepada anak tersangka yang merupakan sahabat korban dengan tujuan bisa membantu menyelesaikan masalahnya.

Sang anak pun kemudian mengantarkan korban kepada ayahnya yang berprofesi sebagai dukun tersebut.

Saat bertemu dengan tersangka, korban dijanjikan bahwa hubungannya dengan sang pacar segera kembali asalkan mengikuti saran sang dukun.

Termasuk diajak disetubuhi, dipasang susuk dan diberikan minyak pemikat.

"Awalnya berasal dari curhat kepada anak tersangka.

Kemudian terjadi tindak pencabulan.

Korban mengaku juga pernah diancam akan disantet," terangnya.

Pengakuan pelaku

Kepada pihak kepolisian, Bayu atau Wongso mengatakan, bermodalkan keris, minyak, batu akik, hingga kalung dijadikan sebagai media untuk meyakinkan korban.

Saat mejalankan aksinya, korban pun diminta tiduran untuk dilakukan ritual agar sang pacar kembali dekat dengannya.

"Ya keris, minyak dan lain-lain sebagai media saja, iming-iming agar korban yakin," tuturnya.

Dalam ritual pertamanya, tersangka yang berstatus duda itu mengaku langsung tertarik dengan kecantikan OI.

Hingga akhirnya, korban dilakukan tindakan asusila di rumah praktek perdukunannya tersebut.

"Awalnya korban menolak, ya berusaha dirayu agar korban mendapatkan apa yang diinginkan, akhirnya mau," kata Bayu.

Tak hanya sekali, tindakan tidak senonoh itu dilakukan berulangkali.

Dengan dalih, tersangka meminta korban agar rutin datang ke tempatnya untuk menjalankan ritual itu.

Jika ritual itu tak tuntas, Bayu mengatakan akan terjadi hal buruk kepada OI.

Awalnya korban pasrah menuruti keinginan tersangka hingga 10 kali disetubuhi.

Hingga akhirnya, korban pun melapor kepada kepolisian dengan kasus pencabulan.

"Tidak ada paksaan. Awalnya tidak mau, tetapi akhirnya mau," akunya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2) dan atau Pasal 82 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta. 

(*)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Bermodal Keris dan Minyak, Dukun Ini Nodai Teman Anaknya yang Sedang Galau, Alibi Ritual Pemikat.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved