Breaking News:

Pria Asal Pekanbaru yang Sebut Al Quran Hanya Cerita di Video TikTok Jadi Tersangka

Pelaku diamankan pihak kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru setelah videonya viral di media sosial.

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Sesri
ISTIMEWA
Warga Pekanbaru bernama Qaimul Hakky (42), diamankan pihak kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Warga Pekanbaru bernama Qaimul Hakky (42) ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penistaan agama.

Qaimul Hakky diamankan pihak kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video yang viral di TikTok tersebut, pelaku sambil menghina al-quran dan melontarkan kata-kata tak pantas.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menjelaskan, pelaku diamankan pada Senin (10/5/2021), sekira pukul 12.00 WIB.

Awalnya disebutkan Nandang, pihaknya mendapat laporan dari Ketua RT tempat tinggal pelaku, yang mendapatkan kiriman video TikTok di grup WhatsApp forum RW Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sebut Al Quran Hanya Cerita di TikTok, Warga Pekanbaru Ini Akhirnya Ditangkap Polisi

Baca juga: Masih Zona Merah Covid-19, Pemko Pekanbaru Tegaskan Tidak Ada Takbir Keliling Idul Fitri 1442 H

"Pelapor melihat bahwa laki-laki yang diduga melakukan penistaan agama tersebut adalah QH yang tinggal di Perumahan Taman Karya Asri yang dikenal oleh pelapor," ungkap Nandang, Rabu (12/5/2021).

Atas temuan itu disebutkan Nandang, pelapor bersama warga lainnya dibantu personel Bhabinkamtibmas, pergi ke rumah pelaku dan mengamankan pelaku.

Berikutnya pelaku dibawa ke Polsek Tampan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari keterangan pelaku dia membuat video tersebut seminggu yang lalu di depan Alfamart Hotel Mona Jalan HR Subrantas Pekanbaru," sebut Kapolresta.

Lanjut dia, kasus ini sekarang sedang ditangani oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru.

Pelaku juga sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka.

Ditambahkan Nandang, pihaknya mengamankan barang bukti berupa rekaman video TikTok akun Qaimulhakky7 dan 1 unit handphonr merk Samsung warna putih.

"Tersangka dijerat Pasal 156A KUHP Tentang Penistaan Agama, ancaman hukuman 5 tahun penjara," pungkasnya.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved