Selasa, 21 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

DPRD Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Minta Masyarakat Tak Perlu Panik Soal Penarikan Vaksin dari RS, Ini Sebabnya

DPRD Pekanbaru meminta kepada masyarakat, agar tidak perlu panik atau takut, perihal penarikan vaksin dari RS dan Puskesmas.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
NICOLAS ASFOURI / AFP
FOTO ILUSTRASI - Vaksin. DPRD Pekanbaru meminta kepada masyarakat, agar tidak perlu panik atau takut, perihal penarikan vaksin dari RS dan Puskesmas. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Legislator di Gedung Payung Sekaki DPRD Pekanbaru, meminta kepada masyarakat, agar tidak perlu panik atau takut, perihal penarikan vaksin dari rumah sakit dan Puskesmas di Kota Pekanbaru.

Penarikan vaksin ini semata-mata dilakukan, hanya untuk memvalidasi data saja. Sebab, pasokan dan penerima vaksin Covid-19 tak sinkron.

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi meminta, masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi yang sudah suntik vaksin.

"Tak perlu takut, apalagi berpikir ke mana-mana. Ini tujuannya hanya untuk mencocokkan data saja. Jadi, aman," kata Zulkarnain kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Dinkes Pekanbaru Tarik Seluruh Vaksin Covid-19 dari 28 Rumah Sakit, Ada Apa?

Ya, data yang diperoleh dari Diskes Pekanbaru, penarikan vaksin ini ternyata karena data amburadul.

Masyarakat di Kota Pekanbaru, yang sudah mendapat vaksin Covid-19, mencapai 260 ribu orang.

Banyak dari masyarakat, baru mendapat vaksin dosis pertama.

Mereka yang mendapat suntikan vaksin pertama sebanyak 180 ribu orang.

Lalu yang mendapat vaksin kedua berkisar 80 ribu orang.

"Kami sangat yakin, Diskes bisa menuntaskan persoalan ini dalam beberapa hari ke depan. Sekali lagi kami himbau, agar masyarakat tidak perlu takut," tambah Politisi senior PPP ini.

Zulkarnain juga meminta kepada rumah sakit, agar tidak main-main dalam pendataan vaksin ini.

Karena selain membuat masyarakat khawatir, juga tidak sinkron antara pasokan dengan penerima vaksin.

Sebelumnya, Plt Kepala Diskes Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra menjelaskan, penarikan dilakukan karena data tidak tercatat dengan baik di rumah sakit.

Sehingga dia sering ditegur Diskes Provinsi Riau.

"Maka kita ambil sikap tegas ke rumah sakit. Kita tarik dulu dosis vaksin di rumah sakit," paparnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved