Breaking News:

Detik-detik Tabrakan Maut Truk Tabrak Bus Pariwisata, lalu Hantam 5 Rumah dan 3 Motor, Satu Tewas

Kecelakaan terjadi di Jalan Lintas Padang Panjang-Bukittinggi, tepatnya di Kecamatan X Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (1/7/2021) malam.

Editor: Sesri
Dok: Polres Padang Panjang
Kecelakaan maut terjadi di Kecamatan X Koto, Tanah Datar, Sumbar, Kamis (1/7/2021) malam 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Satu orang meninggal dan 22 orang terluka dalam tabrakan maut antara truk fuso dengan bus pariwisata di Jalan Lintas Padang Panjang-Bukittinggi, tepatnya di Kecamatan X Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (1/7/2021) malam.

Usai menabrak bus pariwisata, truk juga menghantam 4 rumah warga dan sebuah rumah makan.

Satu korban meninggal merupakan penumpang bus pariwisata dan 22 orang lainnya mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit.

"Betul ada kecelakaan lalu lintas di Kecamatan X Koto, Tanah Datar. Ada satu penumpang bus yang meninggal dunia dan 22 orang lainnya dibawa ke rumah sakit," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang AKP Dedi Antonis yang dihubungi Kompas.com, Jumat (2/7/2021).

Dedi mengatakan, peristiwa itu berawal saat Truk Mitsubishi Fuso B 9101 BEV yang dikendarai oleh JW (47) datang dari arah Bukittinggi menuju Padang Panjang.

Baca juga: Tabrakan Maut Bus Karyawan vs Truk Balak di Jalintim Pangkalan Kerinci, Satu Tewas,Belasan Luka-luka

Baca juga: KRONOLOGI Kecelakaan Maut Bus Karyawan vs Truk Fuso di Pelalawan,Sopir Terjepit,1 Tewas 12 Terluka

Saat tiba di tempat kejadian perkara, truk diduga mengalami rem blong, sehingga menabrak bus pariwisata bernomor polisi BM 7784 JU yang datang dari arah Padang Panjang menuju Bukittinggi.

Truk kemudian menabrak 3 sepeda motor dan 4 rumah warga, serta satu warung makan sebelum akhirnya berhenti.

"Sedangkan bus pariwisata yang ditabrak truk kemudian menabrak rumah warga. Satu orang penumpangnya meninggal dunia," kata Dedi.

Kecelakaan itu sempat membuat jalanan menjadi macet.

Namun, saat ini lalu lintas sudah mulai lancar kembali.

Saat ini, menurut Dedi, pihaknya sedang melakukan proses evakuasi, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

"Masih proses evakuasi dan kita sedang menyelidikinya dengan memintai keterangan saksi," kata Dedi.

( Tribunpekanbaru.com / Kompas.com )

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved