Beginilah Aturan Ketat Lockdown di Australia setelah Militer Dilibatkan Lakukan Pengamanan
Ruang gerak warga dibatasi seiring dengan kebijakan lockdown yang diterapkan. Militer pun ikut turun ke jalan
Mereka akan bergabung bersama kepolisian setempat di daerah yang dianggap memiliki penularan tertinggi.
Ratusan personel tersebut akan membantu kinerja polisia memastikan publik Sydney tidak melanggar batas perjalanan 10 km.
Baca juga: Di Padang Sedang Viral, Video Emak-emak sebut Padang Kota Bebas, Gak Ada Lockdown, Ini Kata Polisi
Menteri Polisi David Elliott mengatakan, kebijakan ini jelas membantu aparat karena banyak warga yang mengira takkan terpengaruh aturan itu.
Apalagi, informasi yang diberikan otoritas kesehatan menyatakan penularan paling banyak terjadi di warga yang punya izin bepergian.
Langkah Canberra dikritik Aliansi Advokat Australia, yang menyebut keberadaan militer itu merusak tatanan demokrasi.
Steve Christou, Wali Kota Dewan Cumberland juga melayangkan kritik terhadap langkah pemerintah pusat yang menerjunkan pasukan.
Menurutnya, kebijakan karantina akibat Covid-19 sudah menghantam pekerja sektor kritis dan keluarga miskin, serta etnis minoritas.
"Mereka sudah tidak bisa membayar cicilan rumah, sewa apartemen, makanan. Sekarang keberadaan militer akan jadi masalah baru," kata dia kepada SBS.
Baca juga: Indonesia Terancam Alami Tragedi Kemanusiaan, Presiden Tak Pilih Lockdown Karena Alasan Ini
Banyak kalangan menyarankan agar pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison mempercepa vaksinasi penduduk "Negeri Kanguru".
Sumber Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/virus-corona-b117.jpg)