Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Opini

Pelestarian Budaya Melalui Integrasi Etnosains dalam Pembelajaran 

Era globalisasi Abad 21 di satu sisi memberikan peluang tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk untuk unjuk gigi dalam kancah internasional

Editor: Rinal Maradjo
istimewa
Rikizaputra, M.Pd 

Pelestarian Budaya Melalui Integrasi Etnosains dalam Pembelajaran 

Oleh: Rikizaputra, M.Pd (Dosen FKIP Universitas Lancang Kuning/Mahasiswa Doktor Pendidikan IPA UNP)

Era globalisasi Abad 21 di satu sisi memberikan peluang tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk untuk “unjuk gigi” dalam kancah internasional dengan berbagai sumber daya yang dimilikinya.

Karena era globalisasi menuntut saling keterbukaan dan mempermudah arus informasi antar negara melalui kemajuan teknologi yang menyertainya.

Dan bangsa Indonesia harus mampu mengelola sumber daya yang ada, terutama sumber daya manusianya.

Namun di sisi lain, arus globalisasi yang melanda dunia juga memberikan tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia, agar tidak menggerus jati diri kita sebagai sebuah bangsa.

Jati diri Indonesia sebagai sebuah bangsa salah satu adalah berbagai tradisi, kearifan lokal atau budaya yang dimilikinya, karena dengan ini kita merasa bangga sebagai sebuah bangsa.

Laju dan bebasnya arus informasi, pemikiran dan teknologi dari luar masuk ke Indonesia, lama kelamaan akan menggerus budaya bangsa jika tidak ada upaya yang sistematis untuk membentenginya.

Keragaman budaya atau tradisi yang dimiliki bangsa Indonesia tidak hanya ada pada aspek sosial saja, tetapi banyak tradisi bangsa yang terkandung dalam aspek sains yang belum tergali dan tersosilisasikan, pada hal banyak sains asli masyarakat (indigenous science) berupa tradisi atau kearifan lokal yang berkembang di masyarakat yang disampaikan turun temurun tentang bagaimana bersikap terhadap alam.

Sistem pendidikan yang berorientasi pada budaya dan tradisi bangsa sangat diperlukan, ujung tombak dari sistem pendidikan tersebut adalah sistem pembelajaran.

Sitem pembelajaran disekolah harus mengarahkan terbentuknya budaya sekolah yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan sehari-hari, serta simbol-simbol yang dipraktikkan oleh semua warga sekolah dan masyarakat sekitar.

Nilai-nilai yang melandasi perilaku, tradisi, dan kebiasaan sehari-hari disebut sebagai etno. etnosains (ethnoscience) berasal dari kata ethnos dari bahasa Yunani yang berarti bangsa dan kata scientia dari bahasa Latin yang berarti pengetahuan.

Para ahli secara umum bersepakat bahwa etnosains merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh suatu bangsa atau suatu suku bangsa atau kelompok sosial tertentu.

Etnosains mendorong guru dan juga praktisi pendidikan untuk mengajarkan sains yang berlandaskan kebudayaan, kearifan lokal dan permasalahan yang ada di masyarakat, sehingga siswa dapat memahami dan mengaplikasikan sains yang mereka pelajari di dalam kelas dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari–hari.

Etnosains akan lebih mudah diamati melalui proses pendidikan tentang kehidupan sehari-hari yang dikembangkan oleh budaya, baik proses, cara, metode, maupun isinya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved