Breaking News:

China Sebut WHO Mengesampingkan Wabah Pneumonia di Laboratorium AS Sebagai Asal Usul Covid-19

China menolak keras penelusuran tahap berikutnya yang diajukan oleh WHO mengenai asal-usul Virus Covid-19.

Penulis: Ilham Yafiz | Editor: Ilham Yafiz
Daniel SLIM / AFP
Pan American Health Organization/World Health Organization Building di Washington, DC pada 6 Agustus 2021. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - China menolak keras penelusuran tahap berikutnya yang diajukan oleh WHO mengenai asal-usul Virus Covid-19.

China menolak keras langkah Organisasi kesehatan Dunia, WHO itu karena dinilai tidak didasarkan pada bukti ilmiah yang dilakukan ahli China di Wuhan.

Dikutip dari Global times, Chine menyebut proposal penelusuran yang disodorkan WHO itu juga dibuat tanpa konsultasi penuh dengan negara-negara anggota WHO, kata seorang diplomat senior China, Jumat.

Beberapa pengamat China dan internasional mengatakan WHO tampaknya telah menyerah pada tekanan Barat yang dipimpin AS karena tawaran pemilihan ulang kepala dan pendanaan AS.

WHO dinilai telah menyimpang dari objektivitas dan sains tentang asal-usul virus.

China melaporkan bersama dengan berfokus pada hipotesis "kebocoran lab" untuk penelusuran asal-usul fase berikutnya.

Negara pimpinan Xi Jinping ini khawatir bahwa studi fase berikutnya akan sangat terhambat dan kredibilitas WHO akan dipertanyakan.

Dalam briefing dengan 160 perwakilan dan duta besar dari berbagai negara dan organisasi internasional di Beijing pada hari Jumat, akhir pekan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu mengatakan keputudsan WHO diambil tanpa mengacu pada kesimpulan dan saran ilmiah dari laporan bersama WHO- China tentang virus corona.

Lebih dari 70 negara telah mengirim surat atau mengeluarkan pernyataan kepada WHO untuk mendukung laporan awal bersama WHO- China, menentang politisasi pekerjaan penelusuran asal-usul Covid-19.

Lebih dari 30 negara dengan jelas menyatakan sikap penentangan atau opini cadangan mereka atas proposal kerja untuk penelusuran asal-usul tahap selanjutnya, kata diplomat China, yang juga memaparkan empat poin penting China tentang masalah tersebut.

Dalam hal pekerjaan penelusuran asal-usul COVID-19 tahap selanjutnya, seharusnya hanya dilakukan oleh para ilmuwan untuk menemukan asal-usul zoonosis dan jalur penularan, tegas Ma.

Pada briefing, Duta Besar Rusia untuk China Andrey Denisov menyuarakan dukungan untuk penelusuran asal-usul COVID-19 berbasis sains dan peran WHO sebagai satu-satunya organisasi yang memimpin pekerjaan ini.

Sehari sebelumnya, WHO mengeluarkan pernyataan tentang rangkaian studi berikutnya tentang asal-usul SARS-CoV-2, di mana dikatakan bahwa pencarian asal-usul bukan dan tidak boleh menjadi latihan untuk menyalahkan, menuding, atau poin politik.

Tetapi pada hipotesis "kebocoran lab Wuhan" yang telah terdaftar sebagai hal yang sangat tidak mungkin dalam laporan studi asal fase pertama.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved