Breaking News:

Sri Gemilang, Varietas Unggul Kelapa di Lahan Pasang Surut Asli Inhil, Begini Awal Mula Munculnya

Varietas kelapa dalam, di lahan pasang surut khas Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang di beri nama Sri Gemilang

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Kebun kelapa di Inhil. Sri Gemilang, Varietas Unggul Kelapa di Lahan Pasang Surut Asli Inhil. 

Berdasarkan lampiran Surat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor : 35/KPTS/KB.020/7/2017 Tanggal 3 Juli 2017.

Tentang Penetapan Kebun Blok Penghasil Tinggi dan Pohon Induk Terpilih Tanaman Kelapa Dalam Pasang Surut Varietas Sri Gemilang di Kabupaten Indragiri Hilir.

Sebagai Kebun Sumber Benih Unggul di Provinsi Riau, pembudidaya / pemilik Blok Penghasil Tinggi dan Pohon Induk Terpilih varietas kelapa Sri Gemilang adalah Sukatman.

Luas lahan miliknya mencapai 10 hektare.

Secara khusus, petani yang membudidayakan varietas kelapa Sri Gemilang sudah cukup banyak, baik dari dalam daerah maupun luar Kabupaten Indragiri Hilir.

Kelapa dalam pasang surut Parit Sialang Krubuk, Desa Hidayah telah dievaluasi pada tahun 2012 dalam rangka mencari Blok Penghasil Tinggi (BPT) kelapa dalam.

Dalam hasil evaluasi terhadap populasi kelapa dalam tersebut, ditemukan populasi yang dapat ditetapkan sebagai BPT kelapa dalam.

Dari beberapa BPT kelapa dalam tersebut ditemukan populasi kelapa yang memiliki potensi produksi tinggi yang dapat dievaluasi lebih lanjut untuk persiapan pelepasan varietas unggul.

Yaitu, kelapa dalam di Parit Sialang Krubuk, Desa Hidayah, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Provinsi Riau.

Pengamatan selama empat tahun pada populasi BPT kelapa dalam tersebut, terlihat bahwa produksi buah kelapa dan kopra relatif stabil yaitu rata- rata di atas 3,0 ton kopra/ha/tahun.

Populasi BPT kelapa dalam pasang surut di Parit Sialang Krubuk, Desa Hidayah, Kecamatan Pelangiran pada pohon induk terpilih memiliki potensi produksi rata-rata 116 butir per pohon per tahun.

Dengan berat daging buah 518 gram per butir, kecuali pada pengamatan tahun 2016 yaitu 433 gram per butir.

Turunnya produksi buah dan berat daging buah diakibatkan oleh adanya musim kemarau panjang pada tahun 2015.

Meskipun demikian, produktivitas dan berat daging buah kelapa dalam pasang surut pada kondisi mengalami musim kering yang sangat panjang tersebut, masih lebih tinggi daripada kelapa DTA (371 gram per butir) dan DMT (336 gram per butir) yang ditanam di lahan pasang surut pada kondisi normal.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved