Breaking News:

Tak Bisa Puaskan Istri di Ranjang, Pria Ini Izinkan Istri Nikah Lagi, Bantu Palsukan Dokumen Nikah

Pria yang berprofesi sebagai perangkat desa ini lantas membantu sang istri memalsukan dokumen pernikahan di kantor urusan agama (KUA).

Editor: Sesri
NET
Ilustrasi buku nikah 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang pria asal Desa Jolotundo Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah merestui istrinya menikah lagi dan membantu memalsukan dokumen pernikahan.

Pemalsuan dokumen pernikahan itu terungkap saat akan mendaftarkan pernikahan sang istri dengan suami barunya ke Kantor Urusan Agama (KUA).

Diungkapkan Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan, alasan SC mengizinkan BD menikah karena tak bisa melayani sang istri dengan maksimal.

Pria yang berprofesi sebagai perangkat desa ini lantas membantu sang istri memalsukan dokumen pernikahan di kantor urusan agama (KUA).

"Pemalsuan data-data untuk membuat akta nikah, di mana pelaku ini tersangka adalah suami istri dengan alasan ekonomi, mereka sepakat untuk istrinya nikah lagi dengan sebelumnya membuat profil di akun medsos MiChat," kata Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan saat ditemui awak media di Mapolres Rembang, Senin (13/9/2021).

Dengan memalsukan dokumen tersebut, sang istri kemudian menikah dengan laki-laki yang sudah tiga bulan dinikahinya itu.

Baca juga: Pilih Pelawak Jadi Suami, Begini Nasib Mantan Pramugari Ini Usai Dinikahi Narji, Nggak Nyesel Kan?

Baca juga: VIDEO Pria di Rembang Suruh Istri Ngaku Perawan untuk Nikahi Laki laki Lain, Punya Dua Suami

"Berdasarkan hasil pemeriksaan adalah kurang puasnya si istri ini," ucap Dandy.

Dari hasil pernikahannya tersebut, istrinya kemudian mendapat nafkah senilai Rp 450.000 tiap minggunya.

"Jadi nikahnya resmi atau dokumen akta nikahnya sah, tapi syarat-syarat untuk membuat dokumen ini yang dipalsukan," terangnya.

Dandy mengungkapkan, kasus pemalsuan dokumen tersebut terungkap saat korban yang dokumennya dipalsukan hendak mendaftarkan pernikahan ke KUA.

"Jadi si korban datang ke KUA kaget datanya di KUA menerangkan sudah menikah," jelasnya.

Atas perbuatannya, SC dan pasangan suami istri asal Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang ini terancam pidana 6 tahun penjara.

"Ancamannya Pasal 263 KUHP, dengan pidana 6 tahun penjara," ujarnya.(*)

( Tribunpekanbaru.com / Kompas.com )

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved