Intip Keseharian Amar yang Sering Taklukkan Ular di Riau, Tak Takut Saat Mandikan King Kobra
Muammar Syahida atau akrab disapa Amar, di Pekanbaru sudah terkenal akan kepiawaiannya menaklukkan ular.
Penulis: Rizky Armanda | Editor: Sesri
Disinggung soal kesulitan merawat King Kobra, dipaparkan Amar, tidak semua orang punya keahlian memelihara satwa mematikan yang satu ini.
Karena jika sembarangan, ular bisa tidak mau makan, bahkan mati. Semua tergantung bagaimana perlakuan sang empunya, juga termasuk kondisi kandang.
"Terus kalau sering dibuat main, biasanya nggak mau makan. Karena dia stres. Karena dipancing untuk nyerang kita. Dia pergi, kita ambil lagi. Kalau Troya ini memang tidak pernah diapa-apain jadi megangnya pas bersihin kandang aja, keluar, dikasih makan. Jadi sampai sekarang dia masih sehat," urainya.
Troya dijelaskan Amar, usianya kini sudah di atas 10 tahun. Ukuran badannya pun sudah terbilang besar dan panjang.
Dikatakan Amar, Troya adalah ular berbisa yang istimewa dan keren dibanding King Kobra lain. Meski sekarang tidak galak lagi, tapi Troya masih punya taring bisa mematikan.
"Masih bisa gigit, masih bisa bunuh Amar. Karena taringnya masih bagus, bisanya juga banyak banget. Nggak tahu kenapa sayang saja sama dia, karena memang tidak pernah juga dibuat neko-neko dia," ujar alumni Universitas Lancang Kuning ini.
Amar turut menyampaikan pesan kepada masyarakat yang tidak punya keahlian khusus, agar jangan coba-coba memelihara King Kobra, apalagi dibuat untuk atraksi tontonan.
"Itu berbahaya banget, karena kasus kematian akibat gigitan King Kobra cukup tinggi sebenarnya di Indonesia. Mungkin mereka minim pengetahuan, jadi cuma sekedar modal berani.
Tidak melihat resiko tergigit bagaimana. Kalau Amar pelihara bukan buat mainan. Serum penawar bisa King Kobra itu belum ada, jadi kalau kena gigit Wallahualam bisa selamat," pungkasnya.
( Tribunpekanbaru.com/ Rizky Armanda)