Breaking News:

MENGUAK Sosok 'Ketua RT' i Balik Kasus Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece

Irjen Napoleon bersama tiga tahanan lainnya sudah merencanakan penganiayaan terhadap Muhammad Kece.

Tribunnews/Istimewa
Penampakan Muhammad Kece setelah dihajar Irjen Napoleon 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tersangka kasus penistaan agama, Muhammad Kece menjadi korban pennganiayaan oleh sesama tahanan di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Peristiwa penganiayaan tersebut diketahui dilakukan terpidana kasus suap Irjen Pol Napoleon Bonaparte bersama tiga tahanan lainnya yang sama-sama menghuni Rutan Bareskrim Polri.

Peristiwa penganiayaan tersebut diketahui terjadi pada 26 Agustus 2021 sekitar pukul 00.30 WIB.

Irjen Napoleon bersama tiga tahanan lainnya sudah merencanakan penganiayaan terhadap Muhammad Kece.

Hal tersebut terungkap dengan adanya peran seorang tahanan berinisial H alias C yang disebut sebagai Ketua RT.

Untuk memuluskan aksinya, Irjen Napoleon Irjen Napoleon Bonaparte telah mengganti gembok kamar tahanan Muhammad Kece sebelumnya.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan Irjen Napoleon menyuruh seseorang yang disebut Ketua RT berinisial H alias C untuk mengganti gembok tahanan M Kece.

Hal inilah yang menjadi membuat jenderal bintang dua itu bisa secara mudah masuk ke kamar tahanan Muhammad Kece di Rutan Bareskrim.

"Gembok standar untuk kamar sel korban diganti dengan gembok milik 'Ketua RT' atas permintaan NB (Napoleon), makanya mereka bisa mengakses," kata Andi saat dikonfirmasi, Senin (20/9/2021).

Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut ihwal identitas ketua RT tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved