Breaking News:

Kasus Suami Bakar Istri di Dumai Masuk Tahap Persidangan, Terdakwa Tidak Keberatan

Kasus suami bakar istri di Dumai, masuk tahap persidangan, dalam sidang perdana terdakwa menerima dakwaan.

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Ariestia
Istimewa
Kasus suami bakar istri di Dumai, masuk tahap persidangan, dalam sidang perdana terdakwa menerima dakwaan. Sidang perdana ini dilaksanakan pada Rabu (6/10/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kasus suami bakar istri di Dumai, masuk tahap persidangan di  ‎Pengadilan Negeri (PN) Dumai, pada Rabu (6/10/2021).

Kasus suami bakar istri yang terjadi Selasa (8/12/2020) sempat menggemparkan kota Dumai.

Terdakwa, Reswanto, tega menghabisi istrinya Rahmi dengan cara dibakar.

Persidangan perdana kasus pembunuhan tersebut dilakukan secara virtual.

Persidangan dipimpin oleh Hakim Ketua Abdul Wahab, dan anggota Taufik Nainggolan dan Relson Nababan.

Baca juga: Suami Bakar Istri di Dumai, Pelaku Meloncat dengan Membawa Obor dan Bensin, Langsung Membakar Korban

Baca juga: Polisi Beberkan Kondisi Pria yang Keji Bakar Istri di Kios Jualan di Dumai, Alami Luka Bakar Serius

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Dumai, Priandi Firdaus membenarkan telah dilakukan persidangan perdana di PN Dumai, pada Rabu (6/10/2021).

"Sidang perdana ini adalah pembacaan dakwaan kepada terdakwa Reswanto, yang mana saat dakwaan dibacakan terdakwa tidak keberatan atas dakwaan," katanya kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (6/10/2021).

Ia menambahkan, terdakwa didakwa melanggar Pasal 340 KUHP.

Yaitu, barang siapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan rencana (Moord).

Hukuman yang mungkin diterima adalah pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Pelaku yang bakar istri diamankan oleh pihak polres Dumai, Selasa (8/12/2020)
Pelaku yang bakar istri diamankan oleh pihak polres Dumai, Selasa (8/12/2020) (instagram/lokerriau1official)

"Untuk sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Rabu depan tanggal 13 Oktober 2021, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi," pungkasnya.

‎Sebelumnya, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara ‎kota Dumai, Reswanto mengikuti reka ulang kasus pembunuhan terhadap Rahmi tersebut.

Rekontruksi atau reka ulang pembunuhan sadis ini dilaksanakan di Mapolres Dumai, mengingat kondisi pelaku yang masih belum sehat sepenuhnya serta menghindari amukan massa di TKP, Jalan Sutan Hasanuddin.

RS terpaksa digantikan perannya oleh pemeran pengganti, namun RS tetap menyaksikan reka ulang adegan diatas kursi Roda.

Bahkan terlihat, pelaku yang kondisi masih belum sehat betul, menangis ‎menyaksikan setiap adegan adegan pembunuhan sadis dilakukan olehnya kepada istrinya sendiri.

Berdasarkan fakta fakta dari reka ulang adegan pembunuhan sadis ini, terungkap bahwa Pelaku RS sudah berencana melakukan pembunuhan, yang mana, pelaku telah menyiapkan dua botol bensin dibelinya menggunakan uang sang Istri.

Tidak sampai disitu, setelah membeli bensin dua botol, pelaku membuat ‎bom molotof (botol kaca yang ada sumbunya) untuk dilemparkan ke warung istrinya, saat itu istrinya sedang tidur.

Setelah Melempar botol yang berisikan bensin, pelaku malah menambahnya dengan menyiramkan bensin kembali, membuat istrinya mati terbakar di kios atau warungnya.

Setelah melancarkan aksinya, warga berdatangan ke lokasi.

Melihat hal tersebut, pelaku sempat ingin bunuh diri dan mati bersama di dalam warung yang sudah penuh dengan api.

Setelah masuk dan tak tahan panas serta sesak napas, pelaku kembali keluar dari dalam warung dengan kondisi terbakar.

(tribunpekanbaru.com/donny kusuma putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved