Breaking News:

Pelecehan Mahasiswi Unri

Berkas Perkara Kasus Pencabulan Mahasiswi UNRI Dengan Tersangka Dekan FISIP Belum Lengkap

Setelah hampir satu pekan diajukan oleh penyidik Polda Riau, berkas perkara kasus pelecehan seksual di Unri dinyatakan belum lengkap oleh Kejati Riau

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com
Polisi Kumpulkan Barang Bukti Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UNRI Oleh Dekan FISIP 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Berkas perkara kasus pencabulan mahasiswi Universitas Riau (UNRI), dengan tersangka Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Syafri Harto, dinyatakan belum lengkap oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Riau.

Berkas perkara, sebelumnya dilimpahkan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, selaku pihak yang menangani kasus ini, kurang lebih sekitar sepekan lalu ke kejaksaan.

Namun berdasarkan hasil penelitian berkas, jaksa menyimpulkan masih terdapat kekurangan. Sehingga secara administrasi, Korps Adhyaksa menerbitkan P-18.

"Setelah tim (jaksa) penuntut umum meneliti berkas perkara, ternyata ada beberapa kekurangan yang harus dilengkapi. Penuntut umum menerbitkan P-18, pemberitahuan bahwa berkas perkara masih ada kekurangan. Sudah (disampaikan ke penyidik) kemarin," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Riau, Marvelous, Selasa (7/12/2021).

Terkait ini disebutkan Marvel, apa yang harus dilengkapi dalam berkas perkara, nanti akan dituangkan dalam petunjuk jaksa, atau P-19. Diperkirakan petunjuk selesai dalam 1 atau 2 hari.

Dipaparkan Marvel, saat berkas perkara diterima dari penyidik, maka jaksa memiliki waktu sekitar 7 hari untuk menentukan sikap, yaitu menyatakan berkas sudah lengkap, atau sebaliknya.

"Kemarin itu penuntut umum sudah menentukan sikap bahwasanya berkas perkara belum lengkap, diterbitkan P-18. 7 hari berikutnya, maksimal, penuntut umum akan memberikan petunjuk kepada penyidik guna melengkapi berkas perkara yang belum lengkap tadi. Jadi ada waktu 7 hari penuntut umum menyampaikan petunjuk ke penyidik," jelas Marvel.

Ia memaparkan, saat ini posisi berkas perkara masih di JPU. Nanti dengan P-19, maka berkas perkara akan dikembalikan, berikut dengan petunjuk yang harus dilengkapi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menuturkan, kendati jaksa menyatakan belum lengkap, namun berkas perkara belum diterima oleh penyidik kepolisian.

"Berkas masih di JPU," ungkap Sunarto.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved