Breaking News:

Edy Rahmayadi Disomasi, Diadukan ke DPRD, Dilaporkan ke Mendagri dan Ulama Diminta Menasehatinya

Berbuntut panjang, Edy Rahmayadi diminta untuk menyampaikan permintaan maaf. Ia juga dilaporkan ke Mendagri, DPRD dan Ulama

Editor: Budi Rahmat
Tribun-Medan.com/Satia
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ditemui di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Kamis (22/10/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Aksi jewer dan pengusiran buang dilakukan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berbuntut panjang. Ia diminta untuk segera minta maaf.

Somasi sudah dilayangkan kepada Edy Rahmayadi. Selanjutnya proses hukum bisa berjalan jika tidak digubris.

Edy Rahmayadi diminta untuk menyampaikan permohonan maafnya karena diduga telah mempermalukan Khoiruddin (Choki) Aritonang di depan umum.

Baca juga: Dijewer Edy Rahmayadi, Pelatih Biliar Beri Waktu Gubernur Sumut 1x24 Jam untuk Minta Maaf

Choki tidak terima dengan perlakuan Edy Rahmayadi yang menjewer dan mempermalukannya di depan umum.

Ditambah, Edy juga melontarkan kata yang menyinggung.

Selain di somasi, Edy Rahmayadi juga dilaporkan ke DPRD Sumut, Mendagri dan meminta ulama menasehatinya

Koalisi Advokat Menolak Arogansi Sumatera Utara selaku tim kuasa hukum pelatih biliar tim PON Sumut, Khoiruddin (Choki) Aritonang telah melayangkan peringatan hukum atau somasi kepada Gubernur Edy Rahmayadi, Kamis siang kemarin.

Somasi tersebut menuntut Edy menyampaikan permintaan maaf dalam batas waktu 1x24 jam atau paling lambat pada Jumat (31/12/2021), pukul 14.00 WIB.

Jika tidak, Choki akan langsung mengadukan Edy Rahmayadi karena telah menjewer dan menyebutnya dengan kata "sontoloyo" kepada polisi.

Edy juga akan diadukan ke Kementerian Dalam Negeri dan DPRD Sumut.

Salah satu kuasa hukum Choki, Teguh Syuhada mengungkapkan, selain tiga instansi itu, perlu juga bagi mereka untuk melaporkan tindakan Edy yang mereka nilai arogan itu kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga: Tiga Partai Pengusung Edy Rahmayadi Sarankan Gubernur Sumut Minta Maaf

"Perlu juga, kami laporkan ke MUI Sumut," kata Teguh dalam jumpa pers di salah satu kafe di Medan, Kamis (30/12/2021).

Mereka punya alasan tersendiri kenapa masalah tersebut harus dilaporkan ke MUI.

Dekat dengan ulama

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved