Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Polemik Angkutan Sampah Mandiri, Begini Saran Komisi IV DPRD Pekanbaru

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan menyarankan, agar persoalan angkutan sampah mandiri ini diselesaikan lagi

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan menyarankan, agar persoalan angkutan sampah mandiri di Pekanbaru diselesaikan lagi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sikap tegas DLHK Pekanbaru, akan menindak tegas pengangkut sampah mandiri, direspon DPRD Pekanbaru. Komisi IV DPRD yang membidangi persampahan ini menilai, bahwa seharusnya pengangkut sampah mandiri ini tidak ada lagi.

Sebab, persoalan ini juga pernah dimediasi DLHK Pekanbaru beberapa waktu lalu, dengan mengundang para Camat. Namun hasilnya buntu, dan tidak ada keputusan apapun.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan menyarankan, agar persoalan angkutan mandiri ini diselesaikan lagi.

"Undang mereka dengan mediasi para Camat lagi. Sebab, keberadaan mereka juga menjadi alasan DLHK dan pihak ketiga mengenai masih adanya tumpukan sampah. Jadi, harus clear dan harus ada keputusannya," tegas Nurul kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (7/1/2022).

Lebih dari itu, Nurul Ikhsan juga menyarankan, jika memang angkutan sampah mandiri ini tetap mau mengangkut sampah, maka harus bekerjasama dengan perusahaan pemenang lelang sampah, yakni PT Samhana Indah dan PT Godang Tua Jaya.

"Apakah nanti namanya subkontrak atau lainnya, tapi harus didudukkan bersama. Karena secara regulasi, pungutan angkutan sampah mandiri ini juga termasuk pungli, retribusinya tidak jelas untuk daerah," tambah Politisi Partai Gerindra ini lagi.

Setelah adanya pertemuan dan mediasi ini nanti, tidak juga didapatkan hasil, maka DLHK Pekanbaru baru bisa melaksanakan tindakan terukur. Sehingga sikap DLHK tersebut bisa dinilai ada tahapannya dan objektif.

Diakui Nurul Ikhsan, Komisi IV DPRD Pekanbaru sampai hari ini belum melihat bunyi kontrak pemenang lelang sampah tahun 2022.

Apakah item kerjanya sama dengan tahun lalu, yakni pengelola mengambil sampah dari sumber sampah, atau berubah menjadi mengangkut sampah dari rumah rumah warga.

Kondisi ini juga dinilai yang dijadikan celah bagi oknum angkutan mandiri, sehingga mereka masih mengangkut sampah dari rumah ke rumah warga.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved