Breaking News:

Pelecehan Mahasiswi Unri

Polisi Tunggu Surat Resmi P-21 Berkas Kasus Pencabulan Mahasiswi UNRI Dengan Tersangka Dekan FISIP

Bareskrim Polda Riau kini menunggu surat resmi berkas lengkap atau P-21 dari Kejaksaan terkait Kasus pencabulan mahasiswi UNRI.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
tribunpekanbaru/rizky armanda
Kasus dugaan pelecehan seksual, yang dilaporkan mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional (HI) FISIP UNRI, berinisial L (20). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau, saat ini masih menunggu surat resmi P-21 berkas perkara kasus pencabulan mahasiswi UNRI, dengan tersangka Dekan FISIP, Syafri Harto dari kejaksaan.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, saat diwawancarai, Sabtu (8/1/2022).

"Sampai sekarang penyidik belum menerima P-21 (berkas dinyatakan lengkap, red) dari penuntut umum di Kejati Riau," katanya.

Lanjut dia, sejauh ini penyidik baru menerima informasi berkas perkara sudah P-21, atas dasar hasil koordinasi dengan jaksa.

"Jadi kita masih menunggu, mungkin awal pekan nanti P-21 sudah diterima penyidik," sebutnya.

Dipaparkan Sunarto, setelah berkas dinyatakan lengkap, maka proses berikutnya adalah penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, berkas perkara kasus pencabulan mahasiswi UNRI dengan tersangka Dekan FISIP, Syafri Harto, akhirnya dinyatakan lengkap atau P-21 oleh kejaksaan.

Berkas perkara sebelumnya dilimpahkan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, selaku pihak yang menangani kasus ini, kepada penuntut umum Pada Kejati Riau.

Ini merupakan pelimpahan kedua kalinya, setelah sebelumnya pada pelimpahan berkas perkara pertama, Korps Adhyaksa Riau menyatakan berkas belum lengkap. Sehingga berkas dikembalikan ke penyidik, disertai petunjuk yang harus dilengkapi.

"Berkas perkara sudah dinyatakan P-21 baik secara formil dan materil oleh penuntut umum kemarin, hari Kamis tanggal 6 (Januari 2021)," kata Asisten Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto, saat dikonfirmasi, Jumat (7/1/2022) kemarin.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved