Geger Penjara Manusia di Rumah Bupati Langkat, Rupanya Pernah Diungkap di 2021, Perbudakan Modern?

Geger penjara manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif rupanya pernah diungkap sang bupati di 2021, benarkah perbudakan modern?

Editor: Nurul Qomariah
TRIBUN MEDAN/HO
Kondisi penjara di dalam rumah Bupati Langkat Terbit Rencana di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Geger penjara manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif rupanya pernah diungkap sang bupati di 2021, benarkah perbudakan modern seperti yang dituduhkan Penanggung Jawab Migrant Care, Anis Hidayah.

Meski baru heboh belakangan ini, ternyata Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Peranginangin pernah mengisahkan soal penjara manusia yang ada di kediamannya.

Rumah pribadi milik Terbit Rencana Peranginangin berdiri megah di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Soal penjara itu pernah disampaikan Terbit saat wawancara bersama Dinas Kominfo yang videonya diunggah di kanal YouTube resmi Pemerintah Kabupaten Langkat pada 27 Maret 2021 silam.

Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin- Bupati Langkat Terbit Rencana terjaring dalam OTT KPK. Pada tahun 2021, Terbit Rencana ternyata masuk 10 kepala daerah terkaya di Indonesia.
Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin. (Tribunnews / Via Kompas.com)

Ketika itu, Terbit Rencana mengatakan penjara yang ada di rumahnya adalah tempat pembinaan bagi pengguna narkoba.

Sang bupati menuturkan sudah menjalankan tempat pembinaan itu selama 10 tahun sejak sebelum menjabat sebagai Ketua DPRD maupun Bupati Langkat.

"Saya beserta ibu (istri), sebelum menjabat sebagai Ketua DPR, jadi Bupati, itu sudah kami laksanakan (tempat pembinaan)," ujar Terbit, dikutip Tribunnews.

"Itu bukan rehabilitasi, itu adalah pembinaan yang saya buat selama ini, untuk membina masyarakat yang penyalahgunaan narkoba. Bukan rehabilitasi, hanya tempat pembinaan," lanjutnya.

Bupati Langkat yang kini berstatus nonaktif ini menerangkan ada tiga gedung yang disediakan sebagai tempat membina dan tempat istirahat warga binaan.

Semua fasilitas dan perawatan yang ia sediakan pun gratis.

Bahkan, pihak Terbit akan menjemput pencandu narkoba jika memang diminta pihak keluarga.

Terbit Rencana juga tidak membatasi siapa saja yang bersedia dibina di tempatnya tersebut.

"Perawatan gratis semua, bagi masyarakat (pengguna narkoba) yang keluarganya mengantarkan, ada juga keluarga yang minta dijemput," urainya.

"Siapapun boleh datang," tegasnya.

Ketika ditanya tujuannya membuat tempat pembinaan, Terbit mengatakan ia hanya ingin membantu keluarga-keluarga yang memiliki anggota yang menjadi pencandu narkoba.

Sejak pertama didirikan, tempat pembinaan milik Terbit sudah membina hingga 3.000 orang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved