Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Kampar

Ini Pemicu Munculnya Spanduk Muhammadiyah Minta Kapolres Kampar Dicopot

Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Kampar, Almy Zarlis menjelaskan pemicu munculnya spanduk meminta Kapolres Kampar AKBP Rido Purba dicopot

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM/FERNANDO SIHOMBING
Spanduk berisi tuntutan warga Muhammadiyah di Kampar yang meminta Kepala Kepolisian Resor Kampar, AKBP. Rido Purba dicopot bertebaran, Selasa (15/2/2022) di sejumlah lokasi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Kampar, Almy Zarlis menjelaskan pemicu munculnya spanduk meminta Kepala Kepolisian Resor Kampar, AKBP Rido Purba dicopot, Selasa (15/2/2022).

Menurut Almy, pemasangan spanduk didorong rasa keberatan warga Muhammadiyah dengan perlakuan Kapores terhadap Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah Batu Belah, Herman Hidayat.

"Beliau (Herman) dijemput pihak Polres Kampar dari sekolah Sabtu (12/2/2022) lalu. Tanpa surat dan tidak ada penjelasan apa kesalahannya," ungkap Almy.

Belakangan diketahui jika penjemputan Herman terkait postingannya di Facebook.

Almy menjelaskan, Herman tidak tahan mengingat perlakuan Rido di hadapan kepala sekolah, guru dan kepala desa di Kantor Camat Kampar pada Selasa (8/2/2022) lalu.

Kala itu, pengajar dan kepala desa dari tiga kecamatan yakni, Kampar, Kampar Utara dan Rumbio Jaya dikumpulkan untuk menghadiri sosialisasi percepatan vaksinasi Covid-19.

Kapolres Rido dan Pemerintah Kabupaten Kampar yang diwakili Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) serta camat, hadir dalam pertemuan itu.

Ia tidak tahu persis bagaimana sikap Kapolres Kampar ketika mendapat kesempatan berbicara di hadapan forum.

Almy mengatakan, Herman kemudian membuat postingan di akun Facebook miliknya pada Jumat (11/2/2022).

Unggahan itu berisi tentang perasaan Herman yang tidak terima dengan sikap Kapolres Kampar.

Ternyata unggahan itu membuat Herman harus berhadapan dengan polisi.

Ia dijemput dari sekolah keesokan harinya, Sabtu (12/2/2022). Herman baru dilepaskan pada Sabtu malam setelah membuat permintaan maaf.

"Kami penasaran. Ada apa dengan saudara kami? Apalagi beliau (Herman) juga Pengurus Muhammadiyah," kata Almy.

Menurut dia, warga Muhammadiyah mencari tahu kejadian yang sebenarnya.

Setelah masalahnya diketahui, warga Muhammadiyah bereaksi dengan memasang spanduk di beberapa tempat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved