Breaking News:

Ribuan Orang Akan Turun Aksi Bela Ustadz Abdul Somad di Pekanbaru, Ini Lima Tuntutannya

Ribuan orang akan turun sebagai bentuk protes atas sikap pemerintah Singapura terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) pada Jumat 20 Mei 2022.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Sesri
Instagram/@ustadzabdulsomad_official
Breaking News: Ustadz Abdul Somad UAS Ditahan di Imigrasi Singapura dan Dideportasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ribuan orang akan turun sebagai bentuk protes atas sikap pemerintah Singapura terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) pada Jumat 20 Mei 2022.

Koordinator aksi Umat Islam Riau bela Ustadz Abdul Somad (UAS) Ustadz Alnof Dinar mengatakan aksi  direncanakan digelar di Jalan Diponegoro Pekanbaru itu setelah usai solat Jumat.

"Kalau untuk masa yang akan turun diperkirakan lebih dari 1000 orang, ini yang sudah menyatakan diri untuk turun bersama,"ujar Alnof Dinar.

Adapun massa yang turun dari berbagai macam latar belakang, mulai dari ratusan ustadz di Pekanbaru yang mengajak jemaahnya turun, Alumni Al Azhar Mesir di Riau, Jemaah di mesjid, komunitas perempuan hamba allah dan lainnya yang menyatakan diri turun.

"Kita turun tanpa membawa bendera dan embel-embel lembaga, tujuannya, kita ingin satu rasa dan satu kepentingan bersama, tanpa melihat dari mana latar belakang. UAS bukan milik satu lembaga atau organisasi dan milik bangsa,"ujar Alnof Dinar.

Sahabat UAS ini juga menyampaikan dalam aksi damai nantinya, setidaknya ada lima tuntutan massa umat Islam.

Mulai dari menuntut PBB untuk menyikapi sikap Singapura soal pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap UAS.

Baca juga: Hari Ini Aksi Peduli Ustadz Abdul Somad Berlangsung, Kedubes Singapura Akan Digeruduk

Baca juga: MUI Angkat Suara Soal Insiden UAS di Singapura, Mengganggu Perasaan Umat Islam Indonesia

"Tidak terima perlakuan tidak humanis kepada UAS, tidak diperkenankan memberikan perlengkapan bayi saat di Imigrasi. Ini soal HAM, universal siapapun dan agama apapun mengutuk sikap petugas imigrasi ini,"ujar Alnof Dinar.

Poin kedua menuntut Singapura mencabut pernyataan dan meminta maaf atas pernyataan resmi pemerintah Singapura yang mengatakan UAS ekstrimis, radikalisme.

"Sementara belum ada lembaga agama dan pengadilan manapun yang mengatakan itu artinya mencoreng nama UAS, kita minta mereka minta maaf,"ujar Alnof Dinar.

Poin ketiga, meminta para negarawan di tanah air bersikap arif, karena Pihaknya melihat beberapa tokoh yang menyudutkan UAS, padahal menurut Alnof, selaku anak bangsa kalau tidak bisa berdiri membela, setidaknya jangan menyerang dengan kontradiktif.

"Poin keempat kita ingin mengingatkan momen Hari kebangkitan Nasional kita mengajak anak bangsa saling menjaga harga diri anak bangsa memperjuangkan anak bangsa, jika tidak sesuai HAM,"jelas Alnof.

Selanjutnya poin ke lima, meminta kepada seluruh Umat Islam dimanapun berada berdiri bersama ulama, karena yang akan membela ulama adalah umat Islam, ulama dimanapun di tanah air.

"Umat Islam di Riau menunjukkan sikap kami bersama UAS, dan kami mengajak semua umat Islam berdiri membela ulama,"jelas Alnof.

Aksi damai ini sendiri akan digelar setelah usai solat Jumat dengan melakukan longmarch dari Mesjid An-Nur Provinsi Riau menuju Jalan Diponegoro.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved