Breaking News:

Berita Inhu

Kisah Anak Inhu di Ajang Kejuaraan Panjat Tebing Dunia, Kalahkan Perwakilan Tiga Negara

Puja Lestari, perempuan asli kelahiran Inhu, Riau membawa nama Indonesia di ajang kejuaraan panjat tebing tingkat dunia di Swiss.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: Ariestia
Istimewa
Puja Lestari, atlet Indonesia asal Inhu yang ikut bertanding pada kejuaraan dunia panjat tebing di Swiss. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Puja Lestari, perempuan asli kelahiran Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau membawa nama Indonesia di ajang kejuaraan panjat tebing tingkat dunia di Swiss.

Puja, begitu sapaan akrabnya adalah salah satu atlet panjat tebing yang dipersiapkan untuk Olimpiade Los Angeles di tahun 2028 mendatang.

Mimpi besarnya adalah mengharumkan nama Indonesia di kompetisi olahraga dunia itu.

Dara yang masih berusia 19 tahun itu, membagi ceritanya selama dua minggu berada di Swiss. Ia sangat bangga dengan dirinya sendiri ketika ia tiba di Swiss.

"Wah Puja udah sampai disini, bukan mimpi loh ini, Ma Pa anakmu bela negara di sini, Mama papa bangga sama Puja? Ramai sekali isi kepala saat itu," ujar Puja mengekspresikan perasaan bangganya ketika itu.

Puja Lestari, atlet Indonesia asal Inhu yang ikut bertanding pada kejuaraan dunia panjat tebing di Swiss
Puja Lestari, atlet Indonesia asal Inhu yang ikut bertanding pada kejuaraan dunia panjat tebing di Swiss (Istimewa)

Pengalaman pertama Puja tiba di Swiss, membuatnya kagum dengan keindahan alam negara tersebut.

Puja mengungkapkan pada kejuaraan dunia panjat tebing itu, ia harus bersaing dengan atlet perwakilan 12 negara di nomor pertandingan speed women.

Kesempatan untuk membuktikan kemampuan dirinya, itu tidak ia sia-siakan. Setelah berjuang, Puja mampu mengalahkan atlet yang mewakili tiga negara, yakni Korea, Kazakhstan, dan Mexico.

Di ajang itu ia mampu mencatatkan 9,07 detik dan menempati posisi 36.

"Saya pribadi menargetkan untuk bisa memecahkan rekor pribadi, tapi target tersebut belum bisa Puja dapat di event ini, Tapi saya sudah tampil maksimal. Sedih sudah pasti, tapi saya selalu ingat proses dan itulah dinamika perlombaan," ujarnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved