Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Kenaikan Tarif Ojol Diundur 29 Agustus, DPRD Pekanbaru Minta Pemko Maksimalkan Layanan TMP

Pemerintah akhirnya menunda kenaikan tarif Ojol, yang awalnya direncanakan diberlakukan mulai hari ini, Minggu

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Warta Kota
Ilustrasi ojol 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah melalui Kemenhub RI, akhirnya menunda kenaikan tarif ojek online (Ojol), yang awalnya direncanakan diberlakukan mulai hari ini, Minggu (4/8/2022).

Penundaan kenaikannya menjadi tanggal 29 Agustus 2022 mendatang.

Pemerintah membagi tiga zona. Kota Pekanbaru, Provinsi Riau sendiri masuk zona II.

Untuk Besaran biaya jasa zona I yaitu biaya jasa batas bawah sebesar Rp 1.850/km, biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.300/km, dan biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 9.250-11.500.

Legislator Payung Sekaki DPRD Pekanbaru merespon kenaikan tarif Ojol ini.

Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan menyebutkan, bahwa pemerintah harus mengkaji dulu, apa dasar kenaikan tarif Ojol ini harus dilaksanakan.

Apakah untuk si-pengendara Ojol, atau pengusahanya. Sebab, saat ini bisa dikatakan market Ojol ini sudah banyak. Terutama masyarakat perkotaan.

"Ini harus jelas, jangan pemerintah hanya memperkaya pengusahanya. Sementara si-Ojolnya begitu-begitu saja," tegas Nurul Ikhsan kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu petang.

Politisi Partai Gerindra tersebut tidak menginginkan, dampak kenaikan ini bisa berakibat buruk bagi masyarakat secara umum. Karena biar bagaimana pun masyarakat masih punya pilihan untuk jasa angkutan ini.

Seperti halnya di Kota Pekanbaru, masih ada jasa layanan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Mau tidak mau, meski pengaruhnya nanti hanya sedikit, masyarakat akan memilih yang lebih murah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved