Kisah Penerima BLT BBM, 'Diambil Enggak Nutup, tapi Enggak Diambil juga Sayang'
Paling hanya habis sepekan saja. kebutuhan bahan pokok juga naik seiring dengan kenaikan BBM. Jadi nilai BLT masih terlalu kecil
TRIBUNPEKANBARU.COM- Lisna hanya bisa mengurut dada usai menerima uang Rp 300 ribu.
Uang tersebut merupakan bantuan langsung tunai (BLT) BBM yang disalurkan pemerintah.
Bukan tanpa asalan, Lisna mengakui bahwa uang Rp 300 ribu tersbeut tidak banyak membantunya.
Baca juga: Kabupaten Siak Pertama Menyalurkan BLT BBM di Riau, Penerima 16.409 KPM
Wajar, menurutnya dnegan kenaikan harga BBM, berimbas pada kenaikan harga kebutuhaan lainnya.
Artinya uang tersebut justru tidak banyak membantu karena nilainya yang terlalu kecil.
"Ya kan gara-gara (harga) BBM naik, (harga barang) yang lain juga naik. Masa iya, cuma buat beli bensin aja BLT-nya?" ujarnya saat mengambil BLT BBM di Kantor Pos Gedong Air, Sabtu (10/9/2022).
Menurutnya, BLT sebesar Rp 300.000 pada tahap pertama ini kemungkinan hanya mampu bertahan satu pekan.
"Ya paling lama satu minggu uang Rp 300.000, buat ongkos anak, keperluan dapur. Diambil enggak nutup, tapi enggak diambil juga sayang," ucapnya.
Dia pun berharap agar pemerintah lebih peduli kepada rakyat kecil yang terdampak kenaikan harga BBM.
Baca juga: Aneh, Warga yang Terima BLT BBM Dipaksa Belanja di E-Warong, Diancam Dicoret Sebagai Penerima
"Ya yang naik memang BBM, tapi yang lain kan juga ikutan naik, yang susah ya kita juga," ungkapnya.
Bantuan langsung tunai (BLT) BBM mulai disalurkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di berbagai daerah di Indonesia.
Meski mendapat BLT BBM, sejumlah warga mengaku nominal BLT tak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Pasalnya, harga kebutuhan pokok mulai melonjak terimbas dari naiknya harga BBM.
Salah satu yang mengeluhkannya adalah Lisna (35), warga Kelurahan Gedong Air, Bandar Lampung, Lampung.
Umi Sadiah (45) juga mengeluhkan hal serupa. Dia menilai, nominal tersebut hanya cukup untuk membeli BBM.
Baca juga: Warga Penerima Bansos ke Jokowi: Percuma Dapat BLT Jika Harga Bahan Pokok Mahal
"Ya mana nutup, Mas, Rp 150.000 per bulan mah, itu mah itungannya ganti beli bensin (Pertalite) buat 15 hari doang," tuturnya di Bandar Lampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-pemberian-bantuan-langsung-tunai-blt.jpg)