Breaking News:

Berita Riau

Soal Dewan Kolonel Puan Maharani, Ini Respons Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Riau

Menanggapi Dewan Kolonel Puan Maharani, Ketua Fraksi DPRD Riau Ma'mun Solikhin, pihaknya belum ada mengambil sikap terkait kondisi ini

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Riau berikan tanggapan soal Dewan Kolonel Puan Maharani. 


TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Loyalis Puan Maharani Calon Presiden muncul di kalangan DPR RI yang mengatasnamakan diri sebagai "Dewan Kolonel" Puan Maharani.

Kemunculan loyalis ini bertujuan untuk sosialisasikan Puan Maharani ke masyarakat tanpa menyebut calon presiden 2024.

Mereka ini merupakan anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, atau teman Puan Maharani bertugas di Senayan, yang tidak berkaitan dengan PDI Perjuangan.

Karena bagaimanapun juga mereka masih tetap menunggu keputusan partai dalam menentukan sikap partai di pemilihan presiden mendatang.

Menanggapi Dewan Kolonel ini, Ketua Fraksi DPRD Riau Ma'mun Solikhin, pihaknya belum ada mengambil sikap terkait kondisi ini.

"Nampaknya masih sebatas di DPR RI karena Mbak Puan kan Ketua DPR RI juga, apalagi Mbak Puan ini merupakan figur salah satu yang disiapkan partai tentunya untuk pilpres,"ujar Ma'mun Solikhin.

Ma'mun Solikhin menambahkan, sesuai dengan hasil rakernas memang untuk calon presiden menunggu keputusan penuh dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Tentu kita menunggu. Sampai sekarang belum juga, di rakernas kemarin juga belum dibahas, kami di daerah termasuk di fraksi juga belum ada sikap, masih menunggu,"ujar Ma'mun Solikhin.

Kemunculan Dewan Kolonel ini lanjut Ma'mun Solikhin merupakan kreativitas dari kader, apalagi Puan Maharani adalah kader terbaik partai.

"Tentunya kita bangga apalagi beliau ketua DPR RI, kalau ada kader yang punya inisiatif nampaknya tidak dilarang sebelum keputusan partai, namun tetap patuh pada putusan partai nantinya,"ujar Ma'mun Solikhin.

Saat ini lanjut Ma'mun Solikhin, tinggal menunggu saja, ini terkait hal prinsip soal partai di PDI Perjuangan.

Sementara terkait banyaknya muncul relawan, menurut Ma'mun Solikhin adalah bagian dari dinamika di masyarakat, boleh boleh saja mereka membentuk dengan sendiri.

Karena saat ini dua relawan calon dari PDI Perjuangan muncul, baik itu relawan yang mengatasnamakan Puan Maharani maupun relawan mengatasnamakan Ganjar Pranowo.

"Atas nama demokrasi kita tidak bisa melarang dan tidak bisa bersikap. Termasuk juga seluruh partai menggaungkan mbak Puan,"ujar Ma'mun Solikhin.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved