Breaking News:

Kapolda Riau Minta Propam Rampungkan Berkas Oknum Polwan Diduga Langgar Kode Etik Keroyok Warga

Oknum Polwan itu, adalah IDR, dengan pangkat Brigadir yang sehari-hari berdinas di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau.

Editor: Sesri
Tribunpekanbaru/Rizky Armanda
Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, meminta kepada Bidang Propam Korps Bhayangkara Lancang Kuning, untuk segera merampungkan berkas oknum Polwan yang diduga melanggar kode etik kepolisian, karena terlibat aksi dugaan pengeroyokan terhadap warga.

Oknum Polwan itu, adalah IDR, dengan pangkat Brigadir yang sehari-hari berdinas di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau.

IDR bersama ibunya, YUL, diduga melakukan perbuatan aniaya berupa pengeroyokan terhadap wanita bernama Riri Aprilia Kartin.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto mengatakan, kasus ini menjadi atensi dari Irjen Iqbal.

Diungkapkannya, orang nomor satu di Polda Riau itu juga meminta kepada penyidik yang menangani perkara agar bekerja dengan sungguh-sungguh, jujur, serta transparan.

Diketahui, untuk kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan, ditangani oleh penyidik Ditreskrimum. Sementara untuk dugaan pelanggaran kode etik, diproses oleh Bidang Propam.

Terkait penanganan tindak pidana, penyidik Dirreskrimum di Riau telah menetapkan IDR dan ibunya sebagai tersangka.

Baca juga: UPDATE Polwan di Riau yang Menganiaya: Korban Malah Dilaporkan, Disebut Sebarkan Video Asusila

Baca juga: Korban Penganiayaan Polwan di Riau Dipolisikan Karena Umbar Penderitaan di Medsos

Begitu pun untuk pelanggaran kode etik, diperkirakan dalam waktu dekat IDR juga akan menjalani sidang komisi kode etik.

“Pimpinan sudah perintahkan agar Kabid Propam segera merampungkan semua pemeriksaan saksi, perkuat alat bukti, petunjuk dan lain-lain. Segera laksanakan sidang komisi kode etik, begitupun untuk penyidik dari Ditreskrimum untuk segera rampungkan proses sidiknya,” kata Kombes Sunarto, Jumat (30/9/2022).

Ia menguraikan, tim Bidang Propam Podla Riau telah memeriksa 8 saksi.

Mereka diantaranya yaitu ibu dari Brigadir IDR berinisial YUL, tetangga korban, adik dari Brigadir IDR, hingga beberapa rekan kerja IDR di BNNP Riau.

“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 8 orang saksi. Penyidik dari Bidang Propam tengah melengkapi berkas perkara. Dimana setelah berkas rampung, akan segera digelar sidang dugaan pelanggaran etik terhadap yang bersangkutan,” jelasnya.

Diterangkan Kabid Humas Polda Riau, pihaknya sangat serius menangani kasus ini. Bahkan sejak hari pertama korban membuat laporan.

Dimana penyidik dari Bidang Propam Polda Riau langsung menjemput Brigadir IDR untuk diperiksa.

Termasuk dalam penanganan dugaan tindak pidana pengeroyokan. Terhadap Brigadir IDR dan ibunya, YUL sudah disematkan status tersangka.

Kombes Sunarto menambahkan, sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini, Brigadir IDR masih ditahan di tempat khusus di Bidang Propam.

"Kami dari kepolisian tentunya juga meminta dukungan masyarakat agar kasus ini bisa segera rampung, dan korban mendapat keadilan serta kepastian hukum sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Disebut-sebut, pengeroyokan yang terjadi dilatarbelakangi motif ketidaksenangan tersangka IDR terhadap korban yang berpacaran dengan adiknya.

( Tribunpekanbaru.com / Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved