Breaking News:

Intelijen sebut Iran akan Serang Arab Saudi , Amerika Serikat Langsung Siaga Satu

Kabar mengejutkan dari Intelijen . Iran akan menyerang Arab Saudi . Amerika serikat langsung Siaga satu siap berikan bantuan

Editor: Budi Rahmat
AFP
Iran disebut segera serang Arab Saudi . AS langsung siaga satu 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kabar mengejutkan dari para intelijen . Disebutkan Iran akan segera menyerang Arab Saudi . Aada apa ?

kabar Iran akan menyerang Arab SSaudi tentu saja menjadi perhatian serius dari Amerika Serikat .

Negara Joe Biden tersebut lantas siaga satu soal kabar tersebut .

Baca juga: Piala Dunia 2022 Qatar, Jelang Timnas Inggris vs Iran, Gareth Southgate Pusing Banyak Pemain Cedera

Tak tanggung-tanggung , Iran disebut akan menyerang Arab Saudi dalam waktu dua hari .

Jelas itu sebagai sebuah ancaman yang serius bagi Arab Saudi dan AS sebagai sekutunya .

Bahkan AS memberikan respon yang lebih agresif dibandingkan Arab Saudi .

AS malah siaga satu alias siap memberikan bantuan yang ril bagi Arab Saudi jika kabar tersebut benar

Dari laporan The Week, AS telah menerima intelijen dari Arab Saudi bahwa Iran dapat menyerang Kerajaan dan target di kerajaan dan Erbil di Irak. The Wall Street Journal melaporkan tentang Saudi berbagi intelijen dengan AS pada hari Selasa.

“Kami prihatin dengan gambaran ancaman, dan kami tetap berhubungan terus-menerus melalui saluran militer dan intelijen dengan Saudi,” kata Dewan Keamanan Nasional dalam sebuah pernyataan, AP melaporkan. "Kami tidak akan ragu untuk bertindak membela kepentingan dan mitra kami di kawasan ini."

Baca juga: AS Prihatin dengan Ancam Iran Terhadap Arab Saudi, Tak Ragu untuk Bertindak

Intel tentang ancaman itu datang pada saat pemerintahan Biden mengkritik Teheran karena tindakan kerasnya terhadap protes yang meluas.

Washington juga telah mengkritik keputusan Teheran untuk mendukung Rusia dengan dukungan teknis dalam bentuk drone untuk digunakan dalam perangnya di Ukraina.

Iran telah menuduh bahwa Arab Saudi dan saingan lainnya berada di balik protes yang telah berlangsung di negara itu selama lebih dari 45 hari.

Protes telah turun ke jalan sejak 17 September setelah seorang wanita berusia 23 tahun tewas dalam tahanan polisi karena tidak mengenakan jilbab sesuai dengan standar ketat pemerintah negara itu.

Baca juga: Iran Bantah Kirim Drone Kamikaze ke Rusia , Kami Menghormati Integritas Teritorial Negara

Menurut salah satu pejabat yang mengkonfirmasi intelijen, ancaman itu kredibel dan serangan bisa terjadi segera atau dalam waktu 48 jam.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved