Breaking News:

Islamofobia Marak Setelah 21 Tahun Media Barat Framing Pemberitaan Negatif Islam

Mereka secara meyakinkan menemukan bahwa liputan terhadap Muslim sangat lebih negatif secara rata-rata dibandingkan dengan kelompok etnis lainnya.

Istimewa
Islamofobia marak terjadi di dunia, bahkan di negara mayoritas Muslim 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Islamofobia hingga gerakan anti Islam semakin marak terjadi di dunia. Bahkan Islamofobia muncul di negara yang penduduknya mayoritas Muslim.

Ternyata aksi ini sudah lama digerakan oleh pihak-pihak tertentu melalui media-media di Barat.

Terlibatnya media Barat dalam aksi ini setelah dua ilmuwan politik, profesor Erik Bleich dan Maurits van der Veen melakukan penelitian.

Mereka secara meyakinkan menemukan bahwa liputan terhadap Muslim sangat lebih negatif secara rata-rata dibandingkan dengan kelompok etnis lainnya.

Kesimpulan itu diketahui setelah Erik Bleich dan Maurits van der Veen menganalisis lebih dari 784.000 artikel surat kabar yang diterbitkan selama 21 tahun.

Para profesor melihat 256.000 artikel dari Amerika Serikat dan 528.000 publikasi Inggris, Kanada, dan Australia dari tahun 1996 hingga 2016 sebelum mencapai kesimpulan.

Dengan kata lain, penelitian tersebut menemukan bahwa Muslim secara sistematis disalahartikan lebih banyak daripada yang lain oleh pers Barat, yang pada gilirannya mengarah pada sentimen anti- Muslim yang merugikan Muslim di negara-negara Barat.

Temuan para akademisi dilaporkan di conversation.com dalam sebuah artikel yang ditulis oleh para penulis .

"Temuan utama kami adalah bahwa rata-rata artikel yang menyebutkan Muslim atau Islam di Amerika Serikat lebih negatif daripada 84 persen artikel dalam sampel acak kami.

Ini berarti bahwa seseorang kemungkinan harus membaca enam artikel di surat kabar AS untuk menemukan bahkan satu yang sama negatifnya dengan rata-rata artikel yang menyentuh Muslim," tulis para akademisi seperti dilansir dari Daily Sabah.

Mereka menemukan di AS bahwa artikel yang menyebutkan Muslim lebih cenderung negatif dibandingkan dengan Katolik, Yahudi, Hindu atau kelompok lain.

“Proporsi artikel positif dan negatif mendekati 50-50 (Katolik, Yahudi dan Hindu). Sebaliknya, 80 persen dari semua artikel yang berhubungan dengan Muslim adalah negatif,” ungkapnya.

Para penulis terkejut oleh perbedaan antara bagaimana Muslim digambarkan secara negatif oleh media arus utama dibandingkan dengan agama lain.

“Pekerjaan kami menunjukkan bahwa media tidak cenderung mempublikasikan cerita negatif ketika mereka menulis tentang agama minoritas lainnya, tetapi mereka sangat mungkin melakukannya ketika mereka menulis tentang Muslim,” jelas mereka.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved