Breaking News:

Berita Riau

Caleg DPR RI dari Riau Berharap Ada Penambahan Kuota untuk Senayan

Bacaleg dari Riau berharap ada penambahan kuota DPR RI. Jika dibandingkan dengan daerah lain, kuota untuk Riau sangat minim wakilnya

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Nasuha Nasution
Bacaleg DPR RI dari Golkar Karmila Sari berharap ada penambahan kuota DPR RI. Jika dibandingkan dengan daerah lain, kuota untuk Riau sangat minim wakilnya. 

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI dari Riau mengharapkan agar ada penambahan kuota DPR RI, mereka membandingkan dengan daerah lain kuota untuk Riau sangat minim wakilnya.

Tujuannya agar pemerataan pembangunan melalui sentuhan wakil rakyat ini bisa maksimal kepada masyarakat. Karena saat ini dianggap masih kecil kuota perwakilan Riau di Senayan.

Seperti dibandingkan dengan Sumatera Barat misalnya jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019 silam hanya 3,7 juta dan mendapat kuota DPR RI 14 kursi.

Sedangkan Riau di Pemilu 2019 memiliki DPT sebanyak 3,8 juta namun dapat kuota kursi DPR RI hanya 13.

Bahkan diperkirakan pada pemilu 2024 jumlah DPT di Riau mencapai 4 juta lebih, saat ini saja Daftar Pemilih Sementara sudah mencapai 4,1 juta.

Menanggapi ini bakal Caleg DPR RI Markarius Anwar berharap agar diperhatikan penambahan kursi DPR RI tersebut.

"Kita mengharapkan agar ada penambahan, tujuannya untuk pemerataan menyerap aspirasi rakyat,"ujar Markarius yang akan maju dapil Riau 1 dari PKS itu.

Karena dengan jumlah wakil rakyat yang banyak di Senayan juga bisa lebih banyak menyerap aspirasi dan mengakomodir kepentingan masyarakat di Riau.

Sementara itu, Bacaleg DPR RI dari Golkar Karmila Sari mengatakan, perbedaan Riau dan Sumbar ini berdasarkan wilayah.

Ia mencontohnya Inhil yang merupakan pemekaran dari kabupatennya yang sampai hari ini belum selesai, dan ada beberapa kecamatan yang belum terdaftar kode registrasi nya.

"Ini lah yang kita minta untuk menjadi sorotan di Kemendagri, agar melihat sesuatu itu berdasarkan kondisi yang ada," ujarnya.

" Jika memang sudah ada kecamatannya ya dibantu agar segera mendapat kode registrasinya, kalau sudah menjadi kabupaten ya lebih baik lagi," sambungnya.

Termasuk di Mandau, lanjut Karmila, ini sudah padat sekali, tidak cocok lagi jika sampai ke Bengkalis.

"Inilah yang dianjurkan untuk dilakukan pemekaran baru dan disahkan dengan kode registrasi, ada dananya, ada infrastrukturnya dana aparaturnya, jadi biar lebih jelas," papar Karmila.

Seperti Sumbar, itu kan banyak pemekarannya, nagari-nagarinya, dan berpengaruh terhadap jumlah wakil rakyatnya.

"Keuntungan banyaknya wakil di Senayan, wakil rakyat nya lebih fokus dalam menyalurkan aspirasi-aspirasi termasuk melakukan pengawasan APBD maupun APBN,"jelas Karmila.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved