Tarik Sepatu Ternyata Masih Ada Kakinya , Temuan Pemulung Ini bikin Gempar Warga
Saat hendak menarik sepatu , ternyata masih ada kakinya . Temuan pemulung ini langsung bikin gempar warga sekitar
TRIBUNPEKANBARU.COM - Melawan dengan cara menggigit tangan pelaku , seorang karyawan di Kabupaten Bogor akhirnya dihabisi .
Korban adalah seorang wanita yang berumur 28 tahun . Jasadnya ditemukan di tanah kosong di pinggir jalan .
Seorang pemulung yang pertama kali menemukan jasad korban . Saat itu saksi hendak mengambil sepatu .
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Ibu dan Bayi di Inhu Ternyata Masih Remaja, Dibuat Seolah-olah Korban Pemerkosaan
Namun , saksi langsung syok karena sepatu yang ia trik ternyata masih ada kakinya . Temuan jasad tesebut langsung menjadi gempar .
Usaha polisi membongkarnya akhirnya membuahkan hasil . Pelaku ditangkap dan terkuak motif pembunuhan sadis tersebut .
Korban berinisial VS (28) adalah seorang pegawai toko keramik yang ditemukan tewas dengan kondisi penuh luka di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Bara.
Korban diketahui telah dihabisi oleh seorang sopir angkot trayek 08.
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, VS tewas dengan luka 17 tusukan pisau di beberapa bagian tubuhnya.
"Pelaku berinisial AS alias IR (49) melakukan penusukan ke tubuh korban sebanyak 17 tusukan," kata Yohannes saat konferensi pers kasus pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (26/12/2022).
Baca juga: VIDEO: Dua Pelaku Pembunuhan Berencana di Rohul Diringkus di Wonosobo
Yohannes mengatakan, AS tega menusuk 17 kali hanya karena takut ketahuan usai korban melawan ketika hendak diperkosa.
Kepada penyidik, AS mengaku merangkul korban agar tidak teriak saat melakukan percobaan pemerkosaan tersebut.
Namun korban melawan, pelaku kemudian mengambil pisau dari dalam tasnya lalu menusuk sebanyak 17 kali ke bagian perut.
"Pelaku mencoba melakukan pemerkosaan, tapi melakukan perlawanan diri dengan cara menggigit tangan dan disitulah akhirnya penusukan sebanyak 17 kali terjadi," ungkap Yohannes.
Ia mengungkapkan, pembunuhan sadis itu dilakukan tersangka AS di dalam angkot trayek 08 jurusan Pasar Anyar-Citereup pada Rabu (14/12/2022) malam.
Baca juga: Pembunuhan di Kabupaten Bogor , Akhirnya Polisi Ungkap Identitas Jasad Perempuan di Dalam Karung
Peristiwa itu bermula saat korban dalam perjalanan pulang seusai bekerja di toko keramik yang ada di Kota Bogor.
Malam kejadian itu, korban duduk di kursi depan dan di samping pelaku mengemudikan angkot.
Saat itu, pelaku sudah mencoba mewujudkan niat awalnya mengambil ponsel dan perhiasan. Niat kedua, memperkosa korban.
Yohannes menyebut, korban dieksekusi di dalam angkot saat setengah perjalanan dari lokasi naik menuju tujuan.
Pelaku kemudian berputar balik ke arah rumahnya sambil mencari tempat membuang jasad VS.
Pelaku akhirnya membuang jasad korban di pangkalan pasir yang ada di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor.
"Dieksekusi di pinggir jalan di dalam angkot, setelah korban meninggal dunia, pelaku mencari tempat pembuangan dan dapatlah TKP penemuan mayat yang pada saat itu kita temukan dipinggir jalan karena di situ tanah kosong," ungkapnya.
Baca juga: Perampokan dan Pembunuhan di Langkat , Warga : Lepaskan Sebentar Pak, Biar Kami Hajar
Setelah membunuh, pelaku kabur untuk mencuci bekas darah yang tercecer di kursi angkot.
Ia juga berusaha menghilang barang bukti dengan membuang pisau beserta dompet korban di daerah Nanggewer, Cibinong.
Tidak lama kemudian, pelaku pergi mengembalikan angkot ke pangkalannya. Pelaku juga membawa kabur barang berharga milik korban.
Sepekan kemudian, AS ditangkap Satreskrim Polres Bogor di kediamannya.
Yohannes belum bisa memastikan apakah ada pembunuhan berencana. Sebab, di dalam tas sudah disiapkan sebilah pisau. Yohannes menyebut, pelaku masih terus diperiksa secara intensif.
Baca juga: Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J Hari Ini Akan Hadirkan 5 Terdakwa, Bharada E Ikut Secara Online
"Mayat korban juga ditutupi oleh si pelaku dengan terpal warna putih. Makanya, kita ketahui saat olah TKP, warga menemukan mayat dalam keadaan tertutup kain terpal ini dan ditemukan oleh seorang pemulung saat ingin mengambil sepatu korban, ternyata masih ada kakinya," pungkasnya.
Tentu saja kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi kita semua . Bahwa pelaku kejahatan ada dimana saja .
Jadi selalulah waspada dengan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk menjaga diri . (*)
( Tribunpekanbaru.com / Budi R )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Tarik-sepatu-ternyata-masih-ada-kakinya-Temuan-pemulung-ini-bikin-gempar.jpg)