Berita Riau
Kader Senior PPP Pekanbaru Segel Kantor DPC, Apa Penyebabnya?
Jelang pemilu 2024, kisruh di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Pekanbaru menguak. Kader senior segel kantor DPC di Jalan Teratai
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Jelang perhelatan pemilu 2024, kisruh di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Pekanbaru menguak ke permukaan.
Setelah sebelumnya Sekretaris DPC mengundurkan diri, kini giliran kader senior datang menggeruduk kantor dan bahkan menyegel kantor tersebut, Minggu (15/1/2023).
Sejumlah kader senior ini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggeruduk kantor DPC PPP Pekanbaru yang berada di Jalan Teratai.
Tak hanya menggeruduk, sejumlah kader senior itu pun menggembok dan memasang spanduk bahwa kantor tersebut merupakan milik mereka bukan aset partai.
Dalam spanduk tersebut berisikan, Kantor Advokat Zulkifri Kamir dan partner, tanah dan bangunan ini adalah milik Raja Eddy Indrayadi, Drs H Aprizal DS, Drs H Moh Roem Zein (almarhum) dan dan Sutan Tabiang (almarhum).
Koordinator kader dalam aksi tersebut, Raja Eddy yang juga merupakan Ketua Fraksi PPP Pekanbaru periode 1999-2004 mengatakan, bahwa pihaknya menyegel kantor tersebut karena memang kantor tersebut merupakan milik mereka.
"Saya mantan Ketua Fraksi PPP DPRD Pekanbaru periode 1999 - 2004, saya ikut membeli kantor itu. Jadi walaupun bagaimana, kami ingin mengambil kembali aset kami, ini bukan aset PPP,"ujar Raja Eddy.
Mengapa langkah ini diambil, kata Raja Eddy karena pengurus PPP saat ini tidak pernah mau tahu dengan tokoh-tokoh PPP yang lama.
Apalagi kepada para kader yang telah membeli kantor itu pada masa nya.
"Apapun kegiatan PPP kami tak pernah diberitahu, tak pernah diundang,"ujarnya.
Yang menjadi persoalan lain, kata Raja Eddy adalah, seiring terus menurunnya jumlah kursi PPP Pekanbaru.
Terlebih pada era Ketua DPC saat ini, Zulkarnain, yang hanya dapat 1 kursi di DPRD Pekanbaru. Pihaknya menilai Zulkarnain telah gagal.
"Terus terang di zaman kami dulu dengan Ketua Pak Roem Zein, anggota DPRD Pekanbaru ada 6 orang. Kemudian di zaman saudara Afrizal sebagai ketua itu 4 orang, kemudian zaman Said Usman tetap 4 orang," jelas Raja Eddy.
" Sementara dari zaman Said Usman diambil ke zaman Zulkarnain, hanya 1 orang anggota DPRD, dia telah gagal," imbuhnya.
Bahkan menurut para senior partai ini, Zulkarnain sudah tidak bagus lagi dalam memimpin PPP Kota Pekanbaru, mereka berharap ada evaluasi dari DPP.
"Dia telah menghancurkan partai tapi terpilih lagi jadi ketua DPC, kan naif. Jadi walaupun bagaimana, aset kami akan kami ambil alih,"ujar Raja Eddy.
Setelah menggembok dan memasang spanduk, rombongan senior partai ini membubarkan diri, mereka juga akan terus memperjuangkan hak mereka di kantor PPP tersebut.
( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kantor-ppp-pekanbaru-disegel.jpg)