Dicopot Dari Tuan Rumah Piala Dunia U-20, JK Sebut Komitmen Pemerintah Indonesia Lemah
Diketahui sebelumnya, Federasi Sepak Bola Internasional mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, Sabtu (29/3/2023).
TRIBUNPEKANBARU.COM - Mantan Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) menyebut jika komitmen pemerintah Indonesia lemah sehingga status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dicopot FIFA.
"Ini pembelajaran kita semua untuk tetap menjaga komitmen."
"Karena masalahnya ini adalah masalah komitmen, sudah teken semua soal komitmen, tetapi terus tarik dan hilang semua trust (kepercayaan)," ungkap Jusuf Kalla, dikutip dari YouTube Kompas TV, Sabtu (1/4/2023).
Ketua Dewan Masjid Indonesa (DMI) itu pun memahami rasa kekecewaan masyarakat terkait batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
"Ya semua kecewa dan sedih, mari kita bangun itu dengan kebersamaan," ujar JK.
Meski menyinggung soal komitmen Indonesia yang lemah, JK juga bingung bagaimana cara menjaga komitmen dan mengembalikan kepercayaan dunia luar pada Indonesia.
Kendati demikian, ia mengingatkan, jika sudah diberi komitmen, maka sepatunya kita harus menjaga dan memenuhi komitmen tersebut.
"Saya ya bingung juga bagaimana caranya, kalau menjaga komitmen ya penuhi komitmen," katanya.
Diketahui sebelumnya, Federasi Sepak Bola Internasional mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, Sabtu (29/3/2023).
Penolakan Timnas Israel untuk bertandang ke Indonesia oleh beberapa pihak, diduga menjadi salah satu faktor dibatalkannya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.
Berbeda dengan beberapa pihak yang menolak, Jusuf Kalla sebelumnya justru mengungkapkan alasannya mengenai pemberian dukungan pada Israel untuk ikut serta dalam Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia.
Ia mengatakan, jika Israel ikut serta Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia, maka nantinya akan menciptakan upaya perdamaian terkait kepentingan rakyat Palestina melalui dialog.
Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla di sela sela kunjungannya ke Phnom Penh, Kamboja, untuk menghadiri undangan buka puasa bersama warga muslim Kamboja, pada Senin (27/3/2023) lalu.
"Jadi kalau Indonesia menerima kehadiran Israel dalam keikutsertaannya di Piala Dunia U-20 justru menunjukkan peran aktif Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina melalui jalur dialog untuk upaya perdamaian kedua pihak," ungkap JK.
Diketahui sebelumnya, banyak negara telah membela Palestina, seperti Mesir, Syiria, dan Jordania terkait pertikaiannya dengan Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/logo-Piala-Dunia-U20-tahun-2023.jpg)