Kisah Nabi Idris Lengkap : Silsilah Nabi Idris dan Berdakwah di Irak dan Mesir
Berikut Kisah Nabi Idris lengkap , mulai dari silsilah Nabi Idris hingga berdakwah di Irak dan Mesir sampai dengan Malaikat Maut mencabutnyawanya
Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
“Mereka itulah orang-orang yang Allah telah beri nikmat, yaitu kalangan para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang yang Kami angkat bersama Nuh dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyangka dengan bersujud dan menangis.”
Ayat tersebut mengisahkan silsilah keturunannya. Nabi Idris termasuk keturunan Nabi Adam, tidak ikut bersama Nabi Nuh dalam perahu. Dengan demikian, Nabi Idris urutannya sebelum Nabi Nuh.
Nabi Idris Berdakwah di Babilonia hingga Mesir
Pada mulanya, Nabi Idris diutus oleh Allah SWT untuk menyebarkan agama di Babilonia, Irak Kuno. Nabi Idris sendiri merupakan sosok yang rajin beribadah dan beramal salih seperti halnya yang diceritakan dalam buku Nabi Idris.
Namun, akhirnya dia berhijrah ke Mesir lantaran penduduk Babilonia tidak bisa menerima apa yang diajarkan Nabi Idris. Dalam kehidupan sehari-hari, Nabi Idris dikenal sebagai orang yang gemar bertasbih kepada Allah. Dia juga selalu melakukan perbuatan baik seperti belajar, menulis, dan menjahit. Keterampilan-keterampilan itu perlahan-lahan dia ajarkan kepada kaumnya.
Nabi Idris Bergelar ‘Singa Allah’
Selain baik budinya, Nabi Idris juga dikenal sebagai pribadi yang tidak pernah merasa takut ketika berhadapan dengan umatnya yang kafir. Oleh karena itu, dia digelari ‘Singa Allah’. Nabi Idris juga dikenal sebagai sosok pemaaf dan tidak pernah sombong. Bahkan, Allah SWT memberinya gelar ‘Asadul Usud’ karena tidak pernah berputus asa ketika Allah memerintahkannya untuk menyebarkan agama.
Pesan-pesan Nabi Idris kepada Umat Manusia
Sebelum meninggal dunia, Nabi Idris meninggalkan banyak pesan kepada umat manusia. Pesan-pesan tersebut berisi ajaran-ajaran agar manusia dapat hidup lebih baik. Di antaranya salat jenazah sebagai bentuk penghhormatan, karena pemberi syafaat hanyalah Allah SWT sesuai amal dan perbuatan.Dia juga mengingatkan kaumnya bahwa sebesar apa pun rasa syukur yang kita ucapkan tidak akan mampu menandingi nikmat Allah SWT yang telah diberikan.
Selain itu, Nabi Idris juga mengingatkan umat manusia untuk selalu menyambut seruan Allah SWT secara ikhlas untuk shalat, puasa, menaati semua perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya. Kemudian, umat manusia juga diminta untuk menghindari hasad atau dengki kepada sesama manusia yang mendapat rezeki.
Nabi Idris juga mengingatkan bahwa kegiatan menumpuk harta sama sekali tidak bermanfaat bagi diri sendiri, kecuali membagikan harta tersebut kepada orang yang membutuhkan. Terakhir, kehidupan hendaknya dijalani dengan penuh hikmah dan kebajikan. Kisah hidup dan peristiwa penting yang dialami para nabi dan rasul lainnya juga bisa kamu pelajari melalui buku Nabi Kita: Adam, Idris, Nuh Alaihimussalam Serial 1.
Nabi Idris Dikenal Cerdas dan Berpengetahuan Luas
Nabi Idris merupakan manusia pertama yang bisa membaca dan menulis. Hal itu dijelaskan dalam QS. Al-Alaq:4-5. Surat tersebut mengisahkan Nabi Idris adalah manusia pertama yang mengajarakan cara menulis dan membaca kepada umat manusia. Allah SWT memberikan banyak ilmu pengetahuan yang berlimpah. Selain membaca dan menulis, Nabi Idris juga pandai merawat kuda, paham ilmu falaq atau perbintangan hingga pandai matematika atau ilmu berhitung. Karena mukjizat yang diberikan Allah itu lah Nabi Idris dikenal sebagai sosok yang cerdas, pandai, dan bijaksana.
Nabi Idris Pandai Ilmu Perbintangan
Pengetahuan Nabi Idris sangat luas karena dia rajin mengkaji dan mempelajari banyak hal, termasuk segala hal yang diajarkan Allah SWT kepada Nabi Adam. Selain itu, Nabi Idris juga sangat tertarik dengan fenomena-fenomena alam yang terjadi di muka bumi. Oleh sebab itulah, banyak yang bertanya kepadanya apabila terjadi fenomena alam tertentu. Nabi Idris sering menjadi rujukan terhadap suatu permasalahan.