Selasa, 21 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kisah Nabi Idris Lengkap : Silsilah Nabi Idris dan Berdakwah di Irak dan Mesir

Berikut Kisah Nabi Idris lengkap , mulai dari silsilah Nabi Idris hingga berdakwah di Irak dan Mesir sampai dengan Malaikat Maut mencabutnyawanya

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri

Nabi Idris lantas menangis sejadi-jadinya. Dia tidak bisa membayangkan apabila manusia-manusia lain mengalami sakaratul maut yang terasa sakit seperti dirinya. Rasanya sungguh dahsyat, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Nabi Idris pun merasa tidak tega apabila ada umatnya yang harus merasakan sengsara di ujung hidup dan mati.

Sejak saat itu, Nabi Idris semakin giat mengajak umatnya untuk senantiasa berbuat kebaikan, taat kepada Allah, dan menjauhi segala larangan-Nya. Kisah lengkap Nabi Idris AS untuk mengajak manusia, khususnya keturunan Qabil agar kembali menyembah Allah SWT juga bisa kamu baca pada buku Seri Kisah Nabi – Sang Ahli Perbintangan: Nabi Idris AS.

Kisah Perjalanan Nabi Idris Melihat Surga dan Neraka

Suatu ketika, Nabi Idris dan Malaikat Maut tengah beribadah bersama. Lagi-lagi, Nabi Idris mengajukan sebuah permintaan unik.

“Apakah kau bisa membawaku melihat indahnya surga dan dahsyatnya api neraka, wahai Malaikat Maut?” tanya Nabi Idris.

Malaikat Maut pun menjawab, “Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaan darimu sungguh aneh. Mengapa kau meminta hal itu? Bahkan para malaikat pun takut melihat neraka, tetapi kau malah memintanya.”

Nabi Idris menjawab, “Jujur saja, aku takut sekali dengan azab Allah itu. Semoga iman dan takwaku kian bertambah setelah melihat neraka.”

Nabi Idris Pingsan Setelah Melihat Dahsyatnya Api Neraka

Malaikat Maut lantas meminta izin kepada Allah untuk membawa Nabi Idris ke neraka. Permintaan itu pun dikabulkan oleh Allah. Mereka lalu pergi untuk melihat neraka. Saat hampir dekat lokasi, Nabi Idris langsung pingsan. Sebab, dia melihat malaikat penjaga neraka yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang mendurhakai Allah semasa hidup di dunia.

Rupa-rupanya Nabi Idris tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang sungguh mengerikan itu. Seumur hidupnya, tidak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibandingkan dengan dahsyatnya api neraka. Api berkobar-kobar, bunyi yang bermuruh menakutkan dan hal-hal yang mengerikan lainnya. Dia tak bisa membayangkan apabila hal itu menimpa umatnya kelak. Dia pun ingin semakin giat berdakwah agar tidak ada umatnya yang tersesat dari jalan Allah SWT dan berakhir termakan api neraka. Nabi Idris pun lantas meninggalkan neraka dengan tubuh lemas dan penuh rasa takut. Bayangan api neraka dan segala siksaan di dalamnya masih menghantui dirinya.

Kisah Nabi Idris Takjub dengan Pesona Surga

Selanjutnya, Malaikat Maut mengantarkan Nabi Idris ke surga. Di sana, Nabi Idris juga nyaris pingsan. Namun, dia pingsan bukan karena takut atau melihat hal yang menakutkan. Sebaliknya, dia sangat takjub dan terpesona dengan segala keindahan yang tampak di depan matanya.

Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya begitu bening seperti kaca. Sementara itu, di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang bagian batangnya terbuat dari perak dan emas. Dia juga melihat istana-istana untuk para penghuni surga. Sepanjang mata memandang ada pohon yang menghasilkan buah-buahan yang begitu segar, ranum dan harum.Setelah puas berkeliling, Malaikat Maut mengajak Nabi Idris pulang ke bumi. Namun, Nabi Idris enggan pulang. Dia terlena dan ingin tetap berada di surga.

Malaikat Maut lantas memperingatkannya. “Kamu boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti. Setelah semua amal ibadah dihisab oleh Allah SWT, barulah kamu bisa menghuni surga bersama para nabi dan orang beriman lainnya.

Nabi Idris pun mengangguk. “Aku akan terus beribadah kepada Allah hingga hari kiamat tiba.”

Kematian Nabi Idris

Ada banyak pendapat terkait akhir hayat Nabi Idris. Dalam tafsir Ibnu Katsir, dituliskan pendapat Ibnu Jarir tentang Kaab yang menceritakan proses kematian Nabi Idris.  Kaab berkata Allah SWT telah mewahyukan kepada Idris akan mengangkat amal bagi Idris setiap harinya sebanding dengan semua amal anak-anak adam. Kemudian, datanglah seorang malaikat kepadanya. Idris lantas meminta agar ajalnya ditangguhkan.

Mendengar itu, Idris menginginkan amalnya terus bertambah. Kemudian datang seorang malaikat yang terdekat dengannya. Idris berkata kepada malaikat itu,

“Sesungguhnya Allah telah mewahyukan anu dan anu kepadaku, maka bicaralah kamu kepada malaikat maut agar sudilah dia menangguhkan ajalku supaya amalku makin bertambah.”

Malaikat itu akhirnya membawa Nabi Idris di antara kedua sayapnya, kemudian naik ke langit. Sesampainya di langit keempat, Malaikat Maut berjumpa dengannya. Malaikat yang membawa Nabi Idris mengemukakan pesan dari Nabi Idris.

Malaikat Maut bertanya, “Sekarang Nabi Idris di mana?”

Dijawablah oleh malaikat itu, “Dia ada di pundakku.”

Terjawab sudah rasa heran Malaikat Maut. Sebab, mulanya dia ditugaskan mencabut nyawa Nabi Idris di langit keempat, padahal yang dia tahu Nabi Idris ada di bumi. Ternyata, Nabi Idris telah dibawa lebih dulu oleh malaikat lainnya. Pada akhirnya, Nabi Idris dicabut nyawanya di langit keempat.

Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir, cerita tersebut adalah salah satu bagian dari Ka’bul Ahbar, yang dikutipnya dari kisah-kisah Israiliyat. Namun, dalam cerita tersebut sebagian terkandung hal yang tidak bisa diterima. Ibnu Katsir pun menyebutkan bahwa hanya Allah SWT yang mengetahui segala kebenarannya.

Kesimpulan Kisah Nabi Idris

Itulah sepenggal kisah dari nabi Idris dengan segala keteguhannya untuk berdakwah menyebarkan agama Allah SWT. Nabi Idris adalah nabi yang terkenal akan kecerdasannya dalam membaca ilmu perbintangan, orang pertama yang bisa membuat baju dan dan menjahit pakaian.

Mukjizat lain yang diberikan Allah untuk Nabi Idris adalah bisa perjalanannya ke Surga dan Neraka. Begitu terpesonanya Nabi Idris saat melihat surga dan pingsan tatkala melihat dahsyatnya api neraka. Mukjizat Nabi Idris beserta nabi lainya juga bisa kamu temukan dalam bentuk pop-up pada buku Mukjizat Para Nabi. sumber data: Gramedia.com

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved