Sajian Kue Asidah Khas Melayu Raih Rekor Muri Pada Even Gema Muharram.
Kue asidah memang terinpirasi dari kue timur tengah, sehingga rasanya terbilang unik dengan tambahan aneka rempah
Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: M Iqbal
TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Memiliki cita rasa manis gurih, kue asidah sajian khas Provinsi Riau ikut meramaikan peringatan 10 muharram yang dikemas dalam even Wisata Religi Gema Muharram di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Kue berbahan dasar tepung ini memang kerap hadir dalam momen istimewa dan perayaan masyarakat Riau, khususnya pada saat momen Bulan Ramadhan.
Masyarakat Riau biasanya menyajikan kue yang memiliki cita rasa khas makanan Melayu yakni berempah ini, sebagai teman pendamping makan teh atau kopi.
Kue asidah memang terinpirasi dari kue timur tengah, sehingga rasanya terbilang unik dengan tambahan aneka rempah, yaitu, kayu manis dan cengkeh serta pandan sebagai penambah aroma.
Kue asidah biasanya diberi sentuhan akhir taburan bawang goreng di atasnya yang memberikan rasa unik saat menyantap kue asidah.
Selain ditabur bawang goreng, untuk memakannya juga ada tata cara yang unik yakni kue asidah dimakan mulai dari bagian bawahnya.
Menurut warga Tembilahan, kue asidah biasanya hanya muncul dan tersedia saat momen-momen istimewa, seperti kenduri adat, tunangan, hari raya keagamaan, syukuran serta proses mengantarkan kue ketika sepasang masyarakat Riau hendak menikah.
“Kue ini sangat spesial dan kabarnya kue ini dahulu merupakan salah satu makanan istimewa yang disuguhkan hanya untuk para raja di Indragiri Riau,” ujar Andi, warga Tembilahan yang ikut mengambil kue asidah yang dibagikan pada puncak even Wisata Religi Gema Muharram di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Inhil, Riau, Jumat (28/7/2023) sore.
Tidak hanya meramaikan even gema muharram, kue asidah juga menjadi pusat perhatian pada perhelatan tahunan ini karena berhasil memecahkan rekor muri.
Andi yang datang bersama keluarganya ini memang memanfaatkan kesempatan ini untuk mencicipi kue asidah yang memang dibagikan panitia usai acara pemecahan rekor muri.
“Alhamdulillah ini momen istimewa, saya bisa kembali makan kue ini untuk buka puasa 10 muharram ini, semoga kedepannya banyak kuliner khas Riau lain yang bisa angkat,” pungkasnya.
Tim Verifikasi Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) mencatat sekitar 5.403 pcs kue Asidah yang tersaji dalam even gema muharram di lapangan Gajah Mada Tembilahan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil selaku penyelenggara acara berhasil meraih penghargaan rekor Muri dengan kategori Sajian Kue Asidah Terbanyak.
Piagam Penghargaan dari Muri ini diberikan langsung oleh Customer Relations Manager Muri Lutfi S Pradana kepada Bupati Inhil HM Wardan dalam even tersebut.
“Berdasarkan hasil verifikasi faktual yang dilakukan oleh Tim Verifikasi Muri langsung di lapangan, kami secara resmi memberi piagam penghargaan Muri untuk Sajian Kue Asidah Terbanyak kepada Pemkab Inhil,” ungkap Lutfi S Pradana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kue-asidah-gema-muharram.jpg)