Menakar Pentingnya Pemerataan Akses Internet hingga ke Pelosok Negeri
Budi Arie menekankan pemerataan akses internet tidak hanya melalui pembangunan BTS, tetapi juga bisa menggunakan satelit.
Penulis: Firmauli Sihaloho | Editor: Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Provinsi Riau belum sepenuhnya terkoneksi internet. Terdapat 437 desa dengan status low signal yang tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota.
Mulai dari Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kuantan Singingi hingga Kepulauan Meranti.
Lalu diikuti 30 desa yang masih memerlukan pembangunan base transceiver station (BTS) dan infrastruktur jaringan.
Data ini terungkap saat kunjungan kunjungan kerja Menkominfo Budi Arie Setiadi ke Desa Kesumbo Ampai, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis pada Agustus 2023 kemarin.
Budi Arie menekankan pemerataan akses internet tidak hanya melalui pembangunan BTS, tetapi juga bisa menggunakan satelit.
“Satelit SATRIA-1 berkapasitas 150 Gbps sudah berhasil luncurkan pada tanggal 18 Juni lalu, di Florida Amerika Serikat. Kini SATRIA-1 sedang menempuh jalur menuju orbit dan diproyeksikan akan mulai melayani lokasi blankspot pada akhir Desember 2023 mendatang,” kata Dia.
Satelit terbesar di Asia milik pemerintah Indonesia ini nantinya akan memperkuat jaringan internet dan layanan digital di 150 ribu titik terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Oleh sebab itu, Budi Arie menghimbau kepala desa yang hadir pada pertemuan itu untuk bersabar dan mempersiapkan rencana aksi digitalisasi.
Provinsi Riau terbilang cukup baik dalam memanfaatkan potensi digitalisasi. Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) mencatat Ibukota Pekanbaru sampai akhir 2021 masuk dalam 10 besar sebagai Kota dengan jumlah startup terbanyak.
Dari total 38 startup yang dilaporkan MIKTI, berdasarkan penelusuran tribunpekanbaru.com terdapat tiga startup asal Bumi Lancang Kuning yang bertahan dan eksis hingga sekarang.
Seperti Gamebrott, portal berita game yang didirikan oleh pemuda asal Pasir Pangaraian, Riau lulusan kampus UIN Suska, Rio Fernando. Gamebrott mendunia setelah pada tahun 2018 lalu diakuisisi oleh Hong Kong Esports Limited (HKEsports). Startup ini menyajikan beragam informasi video game dengan rubrik - rubrik informatif lainnya.
Kemudian pemuda asal kota Pekanbaru, Farly Nur Dewantara dengan platform Assist.id yang diluncurkan pada tahun 2019. Platform ini mendigitalisasi fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik dan apotek.
Dengan Assist.id, pemilik fasilitas kesehatan dimudahkan dalam melakukan booking pasien, rekam medis, data stok obat, kasir pembayaran, laporan otomatis, manajemen staff dan lainnya. Assist.id kini sudah melayani lebih dari 950 Fasilitas Kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Terakhir startup Cowin milik Khairul Anwar Ade Saputra. Cowin adalah platform investasi yang mempertemukan peternak sapi di pedesaan dengan investor.
Cowin muncul akibat keresahan Khairul melihat banyak kandang sapi yang menganggur di desa (Kabupaten Kampar) karena ketiadaan modal. Sejak beroperasi tahun 2017, Cowin kini sudah memiliki 300 lebih investor dengan rata-rata penjualan sapi setiap bulannya mencapai 100 ekor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ILLUSTRASI-BTS.jpg)