Citizen Journaslism
Padukan Peran Keluarga dan Nilai Religi Cegah Bahaya Narkoba
Peran keluarga sebagai benteng yang bertanggung jawab menyelamatkan dan menjaga keluarga dari bahaya narkoba.
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: M Iqbal
Hal tersebut terdapat dalam jurnal Reproductive Biology and Endocrinology dengan judul Smoke, Alcohol and Drug Addiction and Male Fertility.
Pada pria, penggunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan proses pembentukan sel sperma hingga kualitas sperma. Salah satunya pengkonsumsi ganja.
Penggunaan ganja pada pria dapat menyebabkan dampak negatif pada sumbu hipotalamus-hipofisis-gonad dan fungsi sperma. Sumbu hipotalamus-hipofisis-gonad sendiri merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam mengatur aktivitas reproduksi, dan pelepasan hormon ovarium pada manusia.
Sedangkan pada wanita, penggunaan narkoba dapat menyebabkan penurunan kualitas sel telur. Kokain dan amfetamin dapat memicu dampak buruk pada arteri dan pembuluh darah. Contohnya, seperti meningkatkan risiko tekanan darah, vasospasme akut, dan penyakit kardiovaskular aterosklerotik. Selain itu, metamfetamin juga berisiko menyebabkan aritmia dan gangguan jantung.
Bahaya kematian dapat mengintai jika penggunanya terus menggunakan narkoba dalam dosis yang berlebihan. Sebuah penelitian dalam Journal of Forensic Science dengan judul Causes of Death in Hospitalized Intravenous Drug Abusers, melakukan penelitian untuk memastikan bahaya narkoba.
Para peneliti mengkaji penyebab kematian 274 pasien dengan bukti penyalahgunaan obat-obatan terlarang melalui otopsi pada rumah sakit.
Hasilnya, 127 pasien meninggal karena penyakit yang tidak berhubungan dengan narkoba. 41 persen alkoholisme kronis dan 11 persen akibat penyalahgunaan narkoba. Peneliti menemukan bahwa kematian pada orang yang melakukan penyalahgunaan narkoba terjadi akibat overdosis.
Namun, ada beberapa kondisi lainnya yang memicu kematian, seperti AIDS dan penggunaan alkohol berlebihan.
Lanjutnya, turunnya kesadaran, bahkan hilang ingatan. Efek obat terlarang ini bersifat sedatif, yang artinya dapat menimbulkan gejala seperti kebingungan, hilang ingatan, perubahan perilaku, penurunan kesadaran dan gangguan koordinasi tubuh.
Dampak lain bagi kesehatan yaitu dehidrasi yang terjadi akibat ketidakseimbangan elektrolit. Hal tersebut dapat menyebabkan penggunanya mengalami serangan panik, sakit pada dada, halusinasi, bahkan kejang. Jika tanpa penanganan, efek tersebut dapat berujung pada kerusakan pada otak.
Mitakhul Mukharrom, S.Pd.I., M.H dalam kesempatan ini, dia mengatakan Narkoba dapat sebabkan kerusakan otak permanen. Bahaya narkoba yang satu ini bisa muncul saat seseorang menggunakannya dalam jangka panjang.
Penggunaan dalam dosis tinggi juga memicu bahaya kerusakan otak permanen. Efek ini terjadi karena narkoba memaksa otak untuk bekerja lebih cepat dan menekan saraf pusat untuk menimbulkan efek ketenangan.
Lalu, perubahan sel otak mengganggu komunikasi antar sel saraf.
Hal tersebut mengakibatkan otak mengalami kerusakan secara permanen. Saat pengobatan penyembuhannya membutuhkan waktu lama, meski penggunanya berhenti mengonsumsi obat terlarang ini. Hal yang dikhawatirkan, katanya, efek kecanduan obat terlarang ini bisa berlangsung seumur hidup.
Penggunaan narkoba bisa juga, terganggunya kualitas hidupmu. Sebab, kecanduan akan terus membuat penggunanya untuk menambahkan dosis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/dosen-fakultas-hukum-zukarnaini-umar.jpg)